Rabu, 12 Desember 2012

Dilema di Sistem Operasi …

Salam Blogger



Assalammu’alaikum wr. Wb. Sahabat blogger sekalian yang aku cintai … apa kabarnya semua? Tentu tidak buruk yaa. Hehehe … Kali ini, aku coba untuk kembali posting yang sekiranya bisa jadi bahan diskusi kita semua. Tapi agak berbeda untuk kali ini, aku akan membawa tema yang agak ‘techy’ untuk kita diskusikan. Kenapa techy? Yap. Karena terus terang aku tengah menghadapi dilema yang cukup besar ketika aku harus melakukan sesuatu di laptop kesayanganku ini namun sang komputer jinjing ini enggan untuk merubah dirinya. Weleh weleh weleh … emangnya manusia bisa mengubah dirinya, tho Lee Lee :D

Benar sekali. Aku tengah dihadapkan pada pilihan yang membuatku makin rumet karena si lappy yang tak kunjung mengizinkanku melakukan perubahan sistem di sana-sini. Apakah itu? Seperti di judul yang ada diatas. Dilema di Sistem Operasi …

Disinilah website aku mendownload driver untuk lappy-kuu



Tepatnya pada saat aku menulis posting ini, aku sedang melakukan aksi download driver Sound Card dan VGA Graphics untuk lappyku tercinta ini. Aksi download ini dimaksudkan untuk mencocokkan kompatibilitas antara driver yang tengah ku download ini dengan sistem operasi yang akan aku install kelak nanti, yakni Windows XP. Dan, tepat saat tulisan ini selesai di publish, aku akan mulai untuk meng-install ulang lappy ku dari yang sebelumnya Windows 7 menjadi Windows XP. Semoga saja berhasil. Ammiinnn…




Padahal, beberapa saat sebelum aku posting tulisan ini, berkali-kali aku sempat mengalami kegagalan installasi Windows XP yang pada akhir penyebabnya diketahui karena driver SATA yang tidak terdeteksi oleh config sistem pada Windows XP. Berhubung (katanya) hard-disk yang tertanam di lappyku adalah rilisan terbaru di tahun ini .. *hihihi #pamer :D , maka config di Windows XP justru tidak dapat menerima kondisi lingkungan spesifikasi di lappyku. Penyebab eksaknya, karena Windows XP masih mengadopsi sistem IDE/ATA driver yang hanya bisa jalan di harddisk tipe ATA saja. Sedangkan sistem SATA driver hanya bisa terbaca oleh Windows Seven. Bila terdeteksi sistem di BIOS adalah “SATA Funcionality”, maka laptop kamu hanya bisa diinstall Windows 7. Begitupun sebaliknya, bila BIOS mendeteksi sistem “IDE Compatibility”, maka lappy kamu bisa diinstall Windows XP. Apabila diketahui berlawanan, maka proses booting akan gagal dan laptop kamu bisa terkena kasus “Blue Screen”.

Bagi lappy keluaran terbaru, konon cerita memang agak sulit untuk diinstallkan Windows XP. Alasannya seperti yang sudah aku jabarkan pada paragraf sebelumnya. Apabila harus dipaksakan, maka settingan di BIOS laptop harus diubah dari yang semua “SATA Functionality” menjadi “IDE Compatibility”. Baru kemudian kita bisa menggunakan Windows XP sebagai sistem operasi di laptop kita. Padahal keinginanku dari awal, aku akan membuat laptopku menjadi dua sistem operasi. Namun ternyata aku harus dihadapkan pada dua pilihan dari semua itu karena kedua-duanya tidak bisa di-install secara berbarengan di laptop ini.


Lalu apa solusinya? Entahlah. Aku sendiri juga bingung. Hahaha …. :D


Sebagai langkah alternatif, aku akan coba mendownload driver pack yang kompatibel dengan Windows XP terlebih dahulu, agar pas diinstall Windows XP aku gak kelimpungan lagi mencari driver yang cocok. Kemudian itu, aku akan melengkapi semua persyaratan installasi driver agar Windows XP bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Hingga saat ini aku masih belum melihat titik temu masalah apakah Windows XP bisa dijalankan pada SATA Driver dan bagaimana caranya. Yang kubingungkan, bagaimana cara menginstall SATA Driver di Windows XP sedangkan saat BIOS di-set ke “SATA Functionality” laptop tidak dapat mem-booting dan perintah Blue Screen kerap datang dan menggagalkan aksi loading Windows. Ini dilema sekali.

Salah satu alasan mengapa sekarang aku ingin sekali meng-install Windows XP ke dalam lappyku ini karena aku ingin mencoba fitur “Stereo Mixer” yang tidak kunjung kudapatkan pada Driver Conexant Smart Audio dalam Windows 7 ini. Konon katanya pula, jenis driver yang ada di laptopku ini kurang cocok untuk aksi rekam-merekam suara di dalam laptop, dan hanya bisa dipergunakan untuk fitur “record microphone” saja.


Halaahh pusing aku. Okelah, sudah cukup curhatan gajeku. Bagi yang berkenan diskusi, aku sangat senang sekali.
Namun bisa ada sahabat blogger yang banyak bertanya mengenai apa ini dan apa itu dalam bidang komputer ini, pertanyaan pun diperkenankan.


Tetapi bila sahabat blogger yang hanya ingin menyimak saja, Pun aku Perkenankan!!!! Karena aku sadar, arti di posting ini pasti banyak yang gak mengerti.
Hehehehe :D



Senin, 10 Desember 2012

Antara Waktu dan Tenaga …

Salam Blogger


Asslamu’alaikum wr. Wb … Kembali lagi di blog biru ala Indrayana ini. Sedang apakah kalian semua hari ini? Pasti semakin semangat karena sebentar lagi kita akan menyambut tahun baru. Betul kan??? Wehehehe ….. (masih lama kalee, Mas In -_-”). Kita kembali akan mendiskusikan sebuah hal yang mungkin cukup menjadi dilema bagi kaum remaja yang sudah menginjak usia menikah kuliah. Hahaha … Tapi sebelumnya aku berintermezzo dulu yaak. Halaahhhh…. Lagi-lagiiii .. :D

Kawan-kawanku yang sangat kuhormati, mari kita sejenak merenungkan cipta untuk satu hal yang cukup penting dalam rangka memperingati hari yang besar ini, yakni Hari Anti Korupsi Sedunia. Do’a aku dan semua yang menginginkan pemberantasan korupsi di muka bumi ini, semoga korupsi kian mudah diberantas, sehingga semakin minim atau bahkan tidak ada lagi yang namanya korupsi merajalela terutama di negeri kita tercinta ini, Indonesia. Ammiinnn ….

Okheeiii. Lepas dari intermezzo tadi kini saatnya aku kembali pada topik awal, yakni dilema yang mungkin akan aku hadapi beberapa hari kedepan. Sebuah hal yang belum pernah aku lakukan, dan yang terbilang ‘nekat’ karena sebenarnya apa yang akan kulakukan ini kurang mendapat restu dari orangtuaku sendiri. Apa itu? Ya. Merangkap Kerja sambil Kuliah.

Baru beberapa hari ini, aku ditanya oleh ‘beliau’ tentang manajemen waktuku semisal ketika aku kelak diterima bekerja di PT. PKSS nanti (Amiinnn ya Rabb…). Aku hanya bergumam, sesembari memikirkan sebuah gagasan yang akan menguntungkan antara aku dan ‘beliau’ dikemudian hari, atau bahasa kitanya “win-win solution” lah. Menjawab dulu seadanya dalam pikiranku saja, karena secara pasti aku belum dapat memutuskan apakah kegiatan rutin antara kami apakah bisa digantikan di hari lain atau tidak.

Ahmad Munajat, demikianlah nama salah satu sahabat karibku yang menjadi peran dalam kata ganti kedua ‘beliau’ tadi, yang juga dengan rutinnya datang menyambangi kediamanku di bilangan Petukangan, Jakarta Barat tempat aku memposting tulisan di blog ini. Mari untuk selanjutnya kita sebut saja dengan sapaan “Mr. Mun”, karena beliau adalah seorang pengajar Bahasa Inggris di Sebumi Global School, Rawabelong, Jakarta Barat, yang juga pernah mengajakku untuk menggantikan beliau mengajar dikala beliau sedang berhalangan untuk hadir.

“Mas In … tinggal sekarang saya bingung nih. Ntar kalau situ udah kerja, nah diskusi rutin kita jadi bagaimana nih?” ujar Mr. Mun kepadaku beberapa hari lalu.
“Nantilah Mister. Malam hari kan bisa … “ jawabku sembari ragu.

Keraguan tidak hanya datang dari beliau. Secara pembagian uniknya, senin sampai jum’at aku konsentrasikan waktuku untuk kerja, dan sabtu-minggu untuk kuliah. Untuk bagian-bagian yang lain, aku harus pikirkan lagi manajemen yang tepat agar satu sama lain tidak saling bersunggingan.

Sempat menghantui pikiranku, bahwa kerja sambil kuliah itu akan menguras tenagaku banyak banget. Kurasan itu sepeti terlihat jelas pada waktu dan tenaga. Andaikan aku benar-benar berada di luar rumah setiap harinya di kala nanti, bagaimana dengan waktu istirahatku? Aku memperhatikan beberapa teman dekat aku di Taman Ceria Negeriku terlihat mereka seperti sedang dipikul oleh besi yang berat. Lelah sekali. Inikah dampak dari bekerja yang terlalu berlebihan? Atau mungkin hanya perasaanku saja yang berlebihan??

Tetapi beberapa lagi dari temanku seakan santai saja menghadapi dobel kegiatan ini. Mungkin dari faktor itulah yang terus memotivasiku untuk segera mencari pekerjaan. Alasan lainnya, karena mayoritas teman-temanku sudah bekerja. DAN …. Sekarang aku masuk kuliah ekstensi alias Kuliah Kelas Karyawan. Hmmm …… kira-kira masih ada alasan lainnya gak yaa????


Masih banyak lagi alasan mengapa aku ingin menyegerakan diri mencari kerja. Tidak perduli apakah perusahaan itu outsourcing atau tidak. Untuk saat ini, belum menjadi prioritas aku untuk merangkapkan diri jadi karyawan tetap. Apapun, selama aku bisa mendapatkan uang dari tanganku sendiri, akan kulakukan itu semua namun dengan catatan … hari dan jam harus yang ideal untuk kamu kuliah juga.

Dalam hematku, mengambil rangkap kerja sambil kuliah itu adalah HAK dari masing-masing individu. Selama kita yakin bisa melakukannya, kenapa tidak? Hanya yang mengganjalku, karena aku belum pernah melakukan itu. Jadi simpelnya, belum tahu bagaimana rasanya. Tapi dalam kondisiku yang sudah semakin dewasa aku pun harus tegas dalam mengambil keputusan. Siap atau tidak, siap-siapin aja.


Foto dulu ... seengaknya jika menjadi kunjunganku yang terakhir, siapa yang tahu?
Hahaha :D
Lokasi  :    Wisma Bank BRI I, Semanggi, Jakarta Pusat

Aku boleh punya segudang alasan untuk segera mengambil kerja. Tapi yang jadi pertanyaan, siapkah kamu dengan tantangannya????

Jumat, 07 Desember 2012

Teringat Lagu Cinta … (Part 2) : Lagu Favorit

Salam Blogger



Assalammu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh semua … Back again with me Catatan Indrayana. Blog biru dengan posting yang selalu baru dan ditunggu-tunggu. Huuu *lempar panci*. Di awal bulan yang terakhir ini, aku ingin mengintenskan kembali kewajiban tulis-menulisku di blog ini. Dan untuk kali ini, entah mengapa aku ingin sekali posting bagian kedua dari tema yang sudah pernah aku angkat sebelumnya, yaitu ‘Teringat Lagu Cinta’.

Yang pertama aku ingin menghaturkan ucapan terima kasih kepada sahabat blogger saya yang selalu setia menunggu saya disaat saya sedang tiada .. (huhuhuuuu… *lempar bubur #eh :D) Kenapa? Masih terekam jelas di memoriku beragam kegiatan-kegiatan aneh bin gokil yang sering banget dilakuin oleh anggota-anggota KPK membuatku semakin gak bisa jauh dari dunia per-blogan ini. Justru yang harusnya terima kasih itu aku, kepada sahabat blogger semua yang sampai sekarang masih setia komentar dimari.


Yang pertama,


Sekarang aku ingin coba share sedikit mengenai ‘lagu cinta’ yang bisa dikatakan sekarang menjadi ‘aku banget’. Lagu favorit saya ini adalah jatuh kepada sebuah band zaman kini yang mengisahkan tentang aku dan dia, hingga kami semua menyatu dan saling cinta. Ya … lagu ini begitu menginspirasi aku untuk terus setia dan sayang kepada dirinya. Karena memang perasaanku tengah berbunga-bunga saat ini (ecieehhhh :D), aku coba share lirik lagu ini aja yaa …


Seventeen – Menemukanmu


Separuh langkahku saat ini … Bejalan tanpa terhenti
Hidupku bagaikan keringnya dunia
Tandus tak ada cinta

Hatiku mencari cinta ini … Sampai ku temukan yang sejati
Walau sampai letih ku kan mencarinya
Seorang yang ku cinta

Kini ku menemukanmu … di ujung waktu ku patah hati
Lelah hati menunggu
Cinta yang selamatkan hidupku

Kini ku tlah bersamamu … berjanji tuk sehidup semati
Sampai akhir sang waktu,
Kita bersama tuk selamanya




Yap. Itu adalah salah satu lagu kesukaannya (pacarku) yang ia presentasikan kepadaku beberapa hari lalu. Setelah aku tahu ia akan mempresentasikan lagu ini sentak aku berpikir, ini kan juga laguku. Hehe … Hayat dari lagu ini menceritakan tentang kisah seorang lelaki yang telah lelah mencari cinta, karena ia sudah diputus oleh kekasihnya. Tetapi pada akhirnya ia menemukan cinta sejati pengganti mantannya yang lama. Dengan ikrar ‘Berjanji tuk sehidup semati’, mereka berkomitmen ingin menjaga cinta mereka hingga akhir sang waktu memisahkan mereka berdua. Hiks .. hiks …..

Lagu ini memang mengisahkan antara kami berdua kawan. Saat aku terlelah mencari siapakah cinta sejatiku, dia datang dengan membawa kebahagiaan. Walhasil, kita berdua sama-sama bahagia dan berkomitmen untuk saling mencintai apapun aral melintang yang ada.

Masih terlalu dini? Hmm … Well, I admit it. Tetapi sebuah hubungan jika tidak didasari dengan komitmen, tentunya tidak akan berjalan dengan baik bukan? Maka jalinlah rasa cintamu dengan ikrar dan komitmen yang kuat dari diri kita sendiri. Tentang lagu ini, sudah menjadi lagu favoritku sudah cukup lama. Hanya kebetulan pacarku juga suka sama lagu ini, jadi lagu ini adalah lagu favorit kami berdua.. :)


Yang kedua,

Kalau yang ini adalah lagu favoritku sendiri. Bukan lagu favorit pacarku, tapi hayat liriknya ingin kugambarkan hanya kepadanya. Perasaan ini, hanya untuknya . . . .


Acha Septriasa & Irwansyah - My Heart


Disini kau dan aku … Terbiasa bersama
Menjalani kasih sayang
Bahagia kudenganmu

Pernahkah kau menguntai … Hari paling indah
Ku ukir nama kita berdua
Disini surga kita

Bila kita mencintai yg lain
Mungkin kah hati ini akan tegar?
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayang ku akan hilang

If you love somebody could we be this strong
I will fight to win
Our love will conquer all

Wouldn't risk my love … Even just one night
Our love will stay in my heart
My heart




Yang ketiga,

Nah … untuk lagu yang ketiga ini, murni dari lubuk hatiku yang paling dalam (ceileehhh :D). Haha bukan begitu maksudnya. I mean … lagu ini bener-bener dinyanyikan dengan vokal dan tembang yang paling aku suka. Lagu jadul, tetapi musiknya enak banget. Dan walaupun hayat lagunya menandakan kegalauan sang vokalis itu, namun alunan nada dan suaranya terasa merdu dan membawa kita seakan larut dalam kesedihan yang mendalam (hiks … hiks ….).

Untuk diperhatikan. Lagu ini bukan favorit pacarku, dan bukan juga favorit siapa-siapa. Tapi ini lagu kesukaanku (favorit sama suka beda kan yah :p) . Aku sedang suka saja sama lagunya. Hehe .. Jadul gitu gak apalah yaa. Wong kata mas Rudy Arra, “Anak muda selera lama, tapi tetap mempesona .. “. Hahahaha … :D


Desy Ratnasari – Tenda Biru


Tak sengaja … lewat depan rumahmu
Ku melihat ada tenda biru
Dihiasi … indahnya janur kuning
Hati bertanya pernikahan siapa

Tak percaya … tapi ini terjadi
Kau bersanding duduk di pelaminan
Airmata … jatuh tak tertahankan
Kau khianati cinta suci ini

Tanpa undangan , Diriku kau lupakan
Tanpa utusan . . . Diriku kau tinggalkan
Tanpa bicara . . . Kau buat ku kecewa
Tanpa berdosa . . . Kau buatku merana

Ku tak percaya . . . Dirimu tega
Nodai cinta . . . Khianati cinta



Sekian untuk sharingku kali ini.
Teman-teman blogger kira-kira suka lagu yang seperti apa??? Kalau aku lebih cenderung ke Pop :D

Kamis, 06 Desember 2012

I’m Back …


Salam Blogger




Asslammu’alaikum kawan-kawan blogger semuanya. Hufft … hufft … huuft …. (ambil sapu, bersihin debu). Alhamdulillah setelah lama aku mengabsenkan diri dari dunia blogging kini kembalilah aku di duniaku yang seharusnya ini. Hehehe. Kini aku coba untuk membangkitkan diri menulis lagi setelah yang posting sebelumnya aku menulis sebagai tanda kebahagiaanku dengannya. Kalian tahu kan siapa dia??? Hehehe …

Kronologis oleh karena kehiatusan aku ini bermacam-macam kawan. Mulai dari waktu yang kurang memungkinkan untuk aku posting, kelelahan, hingga sindrome malas yang sempat tertular oleh mas Rudy Arra .. (Hehehe … Maaf ya Mas..!!). Mungkin untuk posting pembuka ini, aku cerita sedikit mengapa aku memilih untuk meninggalkan sementara dunia blogging belakangan ini. Tapi aku kerucutkan menjadi simpelnya aja yaa … :D

Setelah posting terakhir kali, pada hari Sabtu aku menepati janjiku dengannya untuk jalan bersama dari siang hingga sore hari. Dan hingga aku menemaninya hingga ia pulang kembali, saat itu aku tidak langsung pulang. Aku langsung menyambangi sebuah restoran cepat saji yang terletak di Citraland Mall, Grogol, Jakarta Barat untuk menghadiri acara kecil-kecilan dari teman baikku di Taman Ceria Negeriku. Dan pada Sabtu itu, aku berangkat meninggalkan rumah di Pagi hari dan pulang di hampir larut malam.

Minggu, aku pun menepati janjiku untuk menghadiri acara kumpul reuni dari Alumnus kelas IPA 3 Sekolah Menengah Atas Yapemri, Depok, Jawa Barat lalu dilanjutkan dengan jalan-jalan asyik bersama mereka semua menuju kawasan Curug Cibeureum, Cipanas, Jawa Barat, mulai pagi hingga pulang kembali pada malam hari. Naah, saat malam itu seharusnya aku posting untuk hari Senin, tetapi apalah daya. Aku kelelahan dan tidak memiliki ide untuk menulis panjang.



Hari itu, memang aku belum berencana untuk posting sesuatu.
Yang pada akhirnya posting mengenai Curug Cibeureum akan aku tulis setelah posting ini …



Aku baru pulang kembali dari kediaman lamaku di Perumahan Depok Niaga, Kecamatan Sukmajaya itu sekitar pukul lima sore. Jalanan Ibukota yang macet menyulitkan aku untuk pulang lebih cepat. Ditambah guyuran hujan yang membasahi diriku di sekitaran Pondok Pinang, Jakarta Selatan makin membuatku memilih untuk memperlambat laju kendaraanku sehingga aku baru sampai kampus pada jam 19:00 WIB. Yap. Ada jam kuliah pada pukul 18:30 yang harus aku kejar pada hari Senin itu, tetapi karena sang Dosen tak kunjung datang, walhasil pulanglah aku kembali ke kediamanku yang sekarang ini, di Pesanggrahan, Jakarta Barat.


Kembali lagi pada hari Senin itu aku gagal posting ….


Hari Selasanya, aku dipanggil oleh seseorang untuk menghadiri interview bersama User PT. PKSS di Gedung Pusat Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai tahap penentuanku lulus tidaknya aku disana. Hingga siang hari interview selesai (do’akan aku yaa semuanya … agar aku lulus dalam wawancara itu. Ammiinnnn), aku tidak langsung pulang dan langsung menuju kampus Salemba untuk memfinalisasi tugas desain majalah yang harus selesai setidaknya pada malam itu juga. Pulangnya, aku kelelahan lagi …



Dan kembali lagi pada hari Selasa itu aku lagi-lagi gagal posting ……



Hari Rabu, sebenarnya tidak ada agenda khusus yang membuatku harus menyambangi temat-tempat penting lainnya. Tetapi siapa yang sangka bahwasanya masa aktif modem aku sudah habis pada hari Selasa lalu, dan untuk kali ini … faktor kegagalan posting blog aku tertunda kembali oleh karena modem. Haduuhhhh ….



Lagi, lagi, dan lagi … Pada hari itu aku gagal posting lagi ………….



Dan akhirnya, di sisa kuota yang ada, aku mencoba kembali memposting di blog pada hari ini. Hmmph … A quiet long long journey only to post and blogwalk again. Hehehe … Ini kenapa kesannya malah jadi curhat yaak??? Gak apa-apa kan sobat blogger?? Hahaha :D


Akan ada cukup banyak hal yang bisa aku posting secara rutin di blog biruku ini. Dan, aku akan kembali untuk blogwalking lagi kepada teman-teman blogger semua. Sejujurnya saja, aku sangat kangen pada teman-teman blogger semua. Kangen menulis lagi, kangen jalan-jalan blog lagi, kangen KPK, kangen semuanya deh. Hehehe …




Dan pada akhir kalimat, aku mengucapkan …

“Aku rindu kegiatan Blogging kembali …. “ :D

Jumat, 30 November 2012

Bahagia …

Salam Blogger …


Hari ini, aku mau quick post saja yaah …




Usai sudah penantianku mencari dirimu. Kini, kewajibanku adalah menjaga ini semua hingga takdir Tuhan yang memisahkan kita ... 


Bahagia itu … Cinta
Bahagia itu … Kasih sayang
Bahagia itu … Dirimu
^ ^

Rabu, 28 November 2012

Peranan Komunikasi … (Part 3) : Hanya pada Satu Jawaban …

Salam Blogger …

sumber : chumpysclipart.com



Waalaikumsalam warahmatulahi wabarakatuh … Kembali lagi bersama blog Catatan Indrayana. Kini, aku sedang berusaha untuk memperbaiki kembali jadwal rutin postingku dan kembali memosting seperti biasa. Hari ini, aku mendapat inspirasi yang sangat sangat luar biasa, karena aku diberikan sebuah pelajaran berharga akan satu buah jawaban yang menurutku sangat bisa memecahkan masalah. Apa itu? Yap. Peranan komunikasi dalam penyelesaian masalah.

Sebelumnya mari kita berintermezzo dulu. Bagi yang belum membaca Part 1 dan Part 2 nya silakan di klik saja linknya yaa. Pada posting lalu aku pernah memposting sebuah diskusi mengenai Sensitivalitas. Kini komennya sudah sampai 230 lebih lhoo. Haha (siapa yang nanya) :p . Dalam posting itu, seperti terlihat dengan jelas akar masalahnya berpaut pada kurangnya komunikasi. Alhamdulillah tidak ada pihak yang terpojok dan semua telah baik-baik saja seperti sediakala.

Disinilah arusnya. Aku kembali dihadapkan masalah yang sama ketika aku mencoba untuk menyelesaikan masalah ini terhadap anggota lain dalam UKM Pers Orientasi, Meruya, Jakarta Barat, tadi malam. Namun mengingat tingkat keresahan perasaan akan konsekuensi emosionalitas dari mereka, aku selalu urung niat untuk membicarkannya.

Malam tadi merupakan malam terakhir aku bertandang ke sekretariat Persma Orientasi. Pada awalnya, aku diinstruksikan untuk mengerjakan tugas yang cukup kompleks, yakni membuat majalah kecil atau dalam tradisi mereka sebut ‘newsletter’. Hampir 60 persen newsletter kami (Aku sebagai anggota dan satu lagi temanku) selesai. Hanya tinggal finishing pada layout dan penyelesaian berita yang datang untuk temanku yang satu tim juga denganku. Baru tadi juga aku diinstruksikan untuk mencari data dkembali atas beritaku yang dinilainya (seniorku –red) kurang layak untuk naik berita.


Tidak .. tidak. Bukan karena masalah itu. Disamping karena suruhan untuk mencari data lagi, karena pekerjaanku tidak hanya mereportasi, reportasi, dan reportasi saja. Aku berkutat dalam banyak tugas yang aku suka untuk aku kerjakan. Semisal, job freelance, layouting majalah dari LPM Inspirasi BSI, mengajar anak-anak kecil, dan lain-sebagainya. Belum lagi, jika aku diterima sebagai karyawan di PT. PKSS (Aminn yaa Rabb), aku akan menghabiskan banyak waktuku dikantor. Waktu nanti akan menjadi dilematis buat aku.

Itu adalah alasan pertama yang aku ungkapkan mengapa aku memilih untuk keluar dari organisasi ini. Alasan diatas bisa aku sebut sebagai ‘focusing’. Fokus pada pekerjaan yang menghasilkan uang, dan fokus pada kuliah yang sudah aku korbankan absensinya hampir lebih dari tiga kali. Ckckck … betapa nekatnya aku hanya untuk LPM Orientasi ini.

Sebagai bahan pertimbangan yang kedua, adalah karena tekanan yang cukup dalam yang membuat aku harus berpikir keras. Lebih lagi, tuntutan perfeksionis yang ada harus tergalakkan oleh anggota-anggotanya. Bukan sebuah pemikiran yang mudah, jika masuk ke dalam beberapa organisasi dan kita dituntut untuk mengikuti segala peraturan mereka. Ya memang benar, tetapi setiap pribadi manusia pasti pernah yang namanya merasakan ‘under-depressed’ dong? Kembali kepada individu masing-masing saja.

Namun demikian sayang demi sayang aku tidak memiliki keberanian yang kuat untuk menyatakan keluar dari sana. Rasa gugup dan takut akan konflik berkelanjutkan kerap menghantuiku sepanjang detik. Tetapi masalah akan terus menyelimutimu jika kamu tidak BERKOMUNIKASI!!!! Penting… ini pelajaran yang sangat berharga buat kita semua, kupikir. Apapun masalahmu, selesaikanlah dengan bicara. Betul sekali itu. Dampak sampingnya? Tidak terima? Terpojok? Marah? Kecewa? Itu lumrah terjadi sepanjang kita berbicara dengan baik-baik dan tidak menyinggung beberapa pihak yang kita tuju.

Pengalamanku tadi, ketika aku mencoba untuk berbicara baik-baik untuk keluar dari sini, dengan awalan mengucap Bismillahhirahmanirrahim, alhamdulillah tidak ada perlawanan dari mereka. Hanya rasa kecewa yang dilumerkan kepadaku karena aku sudah cukup lama mengabdi disini, yaitu hampir selama 7 bulan. Tetapi tetap saja ada yang kurang suka atas pengunduran diriku karena aku dinilai sebagai orang yang inkonsisten dan inkomitmen. But anyway … Things we’ll get done now. Semua pihak dapat menerima, dan usai sudah kegalauanku. Lapang terasa dada ini, karena masalah bathin sudah selesai.

Sekarang aku bisa kembali blogwalking dengan santai dan melakukan sesuatupun yang kusuka dengan tenang hati. Rasanya aku seperti digurui oleh diri aku sendiri, bahwasanya komunikasi memang jembatan yang bisa benar-benar menjalani kamu menuju pengertian. Tidak perlu kabur atau lari dari masalah, dengan komunikasi yang baik dan alasan yang kuat kamu akan semakin yakin untuk menyelesaikannya dengan jalur perdamaian.

Kesimpulan? Sudah cukup jelas kali yaa. Tapi untuk memperjelas kembali, selesaikan masalahmu dengan komunikasi. Tanpa dengan komunikasi, mereka tidak akan tahu apa mau kita. Oleh karena itu diskusi itu penting. Dapat membuka pikiran dan meleberkan cakrawala ilmu yang kita miliki kepada orang yang kita ajak diskusi ini.



Tapi sayangnya, aku terkadang masih suka belum berani untuk berkomunikasi … terlebih karena ingin menyampaikan aspirasi.
Kalau sahabat blogger bagaimana???

Selasa, 27 November 2012

Liebster Award … (Part 3) : Award dari Mbak Nina …

Salam blogger …



Alhamdulillah … kembali lagi dengan saya Indrayana menuliskan posting disini setelah kemarin akunya terkena syndrome lazywriting. Hehehe … Kali ini ingin mencoba bangkit lagi dari keterpurukan oleh maraknya masalah fundamental yang ada *hallah apaan sih* hehe. Yup, secara jadwal memang sedikit kacau dibanding biasanya. Biasanya hari ini aku sudah posting ehh… baru sekarang bisa posting lagi. Tapi tak mengapa … Tugas utama seorang penulis blog adalah selalu menuliskan apapun yang ada dalam blog kan?

Yang sekarang ini, super duper appreciate aku persembahkan untuk sahabat blogger kita yang bernama Nina Riska Amalia. Wehehe… :D . Kenapa? Karena ia telah memberikanku Liebster Award yang baruuu. Hehehe (Plis deh In jangan gila :p). Oleh karena itu dalam posting ini aku coba untuk jawab pertanyaan dari Mbak Nina yaa… Tapi sebelumnya akan ada dua intermezzo nih yang akan kulayangkan pada hari ini. HAAH … DUA INTERMEZZO??? #Gedubraakkk

Intermezzo pertama, aku ingin memohonkan maaf kepada Mbak Nina karena baru bisa jawab liebsternya sekarang. Dimaafin yaa Mbak … Maafin yaa … *maafin gak* #ehh :D.

Intermezzo kedua, aku siap meleberkan 11 hal tentang diriku nih sebagai persyaratan pengambilan award ini. Sebenarnya sudah ada yang sebelum-sebelum ini sih. But we’ll done … Aku akan coba memberikan lagi dengan beberapa dari aku yang berbeda nih. Hehe ... Baiklah, inilah 11 hal tentang diriku …

1.            Bukan aku namanya kalau aku tidak rajin menulis dalam blog. Untuk diketahui, karena aku sekarang sudah menyandangkan diri sebagai seorang blogger, maka aku harus rajin menulis.
(Yaa iyaa laahhh In … dimana-mana blogger emang kewajibannya nulis kali  - _ -‘ )

2.            Aku adalah seorang mahasiswa yang sangat menyukai teknik komputer. Tetapi sayang demi sayang aku tidak kuliah di jurusan yang njelimet soal matematikanya itu. Haha

3.            Cukup sabar dalam menghadapi apa yang ia tak mau. Contohnya, jika harus disuruh jalan naik motor dari Jakarta menuju kota Serang, Banten selama tiga jam. Haduuh … Dari sini ke sana aja bisa waktunya bisa sampai 4 setengah jam. Itu pun udah paliinnngggg lamaaa .

4.            Paling menghindari yang namanya debat soal agama. Lagi-lagi perlu kutekankan, aku adalah seorang yang sangat Pluralis dan sangat mengerti akan perbedaan agama ^_^ .

5.            Masih yang di point empat. Jika nanti aku menemukan siapa yang mengajak aku untuk berdebat soal agama, rasanya dalam hati ingin aku bilang kepadanya, “dasar kurang kerjaan”.  Hahaha… :D

6.            Pemilik impian bisa kerja di media. Terutama pekerjaan yang membidangi masalah multimedia.

7.            Paling senang berbahasa Inggris. Maka tak heran setiap hari Senin dan Kamis aku selalu meluangkan waktuku untuk berdiskusi dengan salah satu kerabatku secara rutin.

8.            Pengingin menjadi yang terbaik dalam satu lingkup kerja. Sudah pernah terwujud sih ketika aku pernah didelegasikan menjadi Redaktur Pelaksana (Repel) dan Pemimpin Redaksi di LPM Insipirasi beberapa tahun silam. Tapi untuk yang seterusnya kepingin lagi…

9.            Penyuka ponsel pintar alias smartphone. Menurutku, kehadiran smartphone di dunia ini sangat memudahkanku dalam mencari informasi secara cepat dan detik itu juga.

10.          Masih seperti yang kemarin. Aku pengkomit ikrar untuk menikah di usia 25. Insyaallah Ammiinnn…

11.          Dan yang terakhir, aku seorang penyuka mie instan. Nah buat sahabat blogger yang bingung mau nyuguhin apa saat aku berniat mengunjungi rumah sahabat semua, cukup suguhin mie instan … dan jangan pake bubur. Hahaha *Piss Kang Asep* :D.


Hokai. Sekarang tinggal jawab pertanyaan dari Mbak Nina nih. Baik. Yang Mulia Pengadilaaaannnnnn ……….. mana pertanyaannya????
Sip. Sidang dimulai …


1. Siapa orang yang memotivasi/menyemangati kamu/mas/mbak sekalian dalam membuat postingan di blog?
                Situasional, Mbak. Kalau dulu ada beberapa sahabat blogger sekarang aku kerucutkan menjadi “anggota KPK”. Dan insyaallah untuk selamanya. Ammiinnn….

2. Pilih jadi bulan besar dengan cahaya redup atau jadi bintang kecil dengan cahaya yang terang? Berikan alasannya.
                Menurutku jika keduanya saling sinkronis maka malam di dunia ini bisa jadi siang mbak. Saya pilih kedua-duanya. Hahaha (minta dicetukin) :D

3. Kalau rajadangdut 'Rhoma Irama" mencalonkan diri jadi Presiden,bagaimana tanggapan kamu/mas/mbak?
                Ini perlu jawaban serius apa bercanda nih? Perlu dikerucutkan lagi sepertinya … Hehehe. Tapi daripada aku jawab serius terus aku debat lagi sama timsesnya *hallah*, aku jawab yang bercanda aja yaa.
Tetap TIDAK mau. Karena nanti kalau beliau jadi presiden takutnya tar dibikin Perpres tidak boleh bergadang lagi  -_-‘ .

4. Masih lanjutan No 3 "Kira-kira calon wakil presidennya siapa ya?" (ahaha)
                Wakilnya? Aahhh… aku mengusulkan Inul Daratista. Pass banget tuuh nanti seisi menterinya disuruh joget dangduuttt semua kan? Hahahaha *ngaco*.

5. Hal tergila apa yang pernah kamu lakuin dan kalo ingat itu bisa buat kamu/mas/mbak tertawa kencang?
                Hal tergila yaa? Hmm … banyak sih. Tapi jika ditanya yang paling gila, ada satu. Dulu waktu aku SD ketika aku sedang bermain kasti sama teman-teman, ketika aku berada di titk aman kedua aku hanya terpelonggo diam disana sedangkan yang lain sibuk mukul-mukul bola. Nah saat bolanya mulai jauh aku sempatkan untuk lari menuju titik awal UNTUK PERTAMA KALINYA, dan aku MENANG…!!!!  Yieeyyyy :D

6. Kalau kamu dikasih modal usaha, usaha apa yang bakalan kamu/mas/mbak dirikan? Alasan milih usaha itu kenapa?
                Aku ingin buka toko servis reparasi komputer. Alasannya karena aku sudah memulai pengalaman ngebenerin komputer sejak kelas 1 SMP. Bahkan pernah sampai ayahku mengamuk karena CPU yang ada di meja rusak terus karena dipreteli.

7. Satu kata yang menggambarkan hidup kamu sekarang?
                BAHAGIA

8. Pilihlah 3 definisi cinta yang akan saya tuliskan di bawah ini :
- Cinta itu nyata
- Cinta itu perlu pembuktian
- Cinta itu keikhlasan
   Sertakan dengan alasannya juga ya? ^^
                CINTA ITU KEIKHLASAN. Kita harus ikhlas ketika mencintai seseorang. Bahkan tanpa perlu bukti pun, cinta itu sudah nyata karena keikhlasannya. Betul gak?
(jawab aja betul … nanti aku kasih bubur yaa #eh) ;D

9. Keinginan apa yang sampai hari ini belum dapat diwujudkan padahal kamu/mas/mbak berharap banget 'hal itu' bisa segera terwujud?
                Seperti dilansir pada perkenalan point ke-6 tadi. Ingin kerja di media… Medianya, mau Metro TV atau RCTI. Tapi kalau enggak… Ekspektasiku hanya kepada MEDIA.

10. kaitan antara suka, cinta sama sayang? (soalnya saya bingung mau nanya apalagi, hahaha)
                Itu bertahap mbak. Untuk menjadi rasa cinta seseorang perlu melalui proses suka dulu, terus baru sayang, dan kemudian … cinta deh. Hehehe …

11. Apa yang kurang dari blog saya? Dari segi tampilan, isi maupun lainnya *mohon kritik dan sarannya ya ^^
                Tidak ada yang kurang kok Mbak. Isi kontennya lucu-lucu … Hehe ….




Baiklah, Mbak. Semuanya sudah dikerjakan yaa. Sekarang, saatnya untuk aku bertandang ke rumah Mbak Nina untuk mengambil Awardkuu… Ini diaaa ….



Aduh pegel. Kusudahi dulu yaa posting ini. Salam dan terima kasiihhhh …. :)