Selasa, 15 Januari 2013

Balada Lowongan Kerja …

Salam Blogger…


picture grabs by : Catatan Indrayana


Beberapa hari ini, terus terang aku sangat dibuat sibuk dengan panggilan kerja di sana-sini. Belum lama, aku dipanggil di PT. 1, sekarang beberapa jam dari sekarang aku harus menghadiri panggilan di PT. 2 dan PT. 3 di hari yang sama, yakni di hari Selasa ini!!! Huff… Resiko pencari kerja, inilah yang membuatku harus semangat menghadapinya. Hehe… Bicara tentang pekerjaan, ada hal unik yang sebetulnya sangat ingin sekali aku share kepada sahabat blogger semua. Betul. Hal unik yang bisa menjadi pelajaran seumur hidup bagi mereka yang belum pernah mencoba alias mencicipi sensasi melamar kerja.

Syukur Alhamdulillah aku masih diberikan umur yang panjang dan keberkahan yang tiada henti dari Allah SWT karena terus terang saja setelah kejadian (miris) itu, aku akan lebih jeli lagi memandang dalam bertemu dengan interviewer HRD. Yap. Benar sekali. Kisah ini adalah kisah nyata dariku yang ingin aku share buat sahabat blogger semua, mengenai keluh kesahku selama kenangan pahit itu.

Picture SMS disamping adalah beberapa kata yang tersiar yang pernah kudapatkan dulu. Note : SMS disamping baru saja sampai ke handphoneku sekitar satu hari yang lalu (Senin, 14 Januari 2013), dan pemanggilan dengan tanpa menggunakan jalur telepon. Mungkin ada yang bertanya-tanya, atau mungkin juga ada yang sudah paham akan maksud dari ini semua. Yap. Modus penipuan berkedok lowongan kerja…

Setelah kuamati baik-baik, terutama di field “alamat PT”, rasa-rasanya aku pernah mengunjungi PT ini. Seperti tidak asing, dan memori otakku langsung membawaku flashback kembali ke masa-masa dimana aku pernah ditipu oleh perusahaan yang bertujuan ingin merekrut calon karyawan mitra kerja. Lah … kenapa aku sebut mitra kerja bukan karyawan? Soalnya PT itu bukannya menjadikanku karyawan tetap, malah menyulamku menjadi seorang mitra kerja. Setelah ini pasti ada yang bertanya-tanya, apa sih nama PT yang kamu maksud itu????


Aku agak gak tega menyebutkannya, tapi aku sebut inisialnya aja yaa. Inisialnya PT. Mitra Utama Global #loh…
Katanya inisial, kok nama beneran??? Hahaha… :D


Benar sekali. Banyak ramai milis dan forum di Google mengenai PT yang gak tahu kesengsaraan orang ini. Mereka memaksa calon mitra kerja (udahan ahh.. selanjutnya aku sebut saja mitra kerja, bukan karyawan lagi) untuk menyodorkan sejumlah uang milik kita agar posisi kita aman dari pelamar yang lain. Dan, kata demi kata, perusahaan yang akrab disebut dengan singkatan PT. MUG ini sama sekali tidak memberikan harapan kerja yang dimaksud oleh kebanyakan pelamar yang ingin bekerja disini. Karena nantinya kita akan disuruh untuk merekrut, merekrut, dan merekrut lagi. Dan, inilah yang terjadi kepadaku. Huhuhuuu….

Jadi kronologis ceritanya, sekitar 3 tahun silam (saat itu aku masih menginjak semester 2 perkuliahan) aku melihat ada milis aktif di salah satu website pencari kerja. Yap. PT itu sedang mencari calon. Aku melihat rinci demi rinci info lowongan tersebut, dan jelas saja aku tertarik ingin bergabung dengannya. Bagaimana tidak, dalam detil infonya mereka menjabarkan sebagai berikut :

1.            Dibutuhkan segera Admin, HRD, Staff Personalia, Staff Gudang
2.            Gaji 1,7jt – 4 jt bisa nego
3.            Penempatan sesuai domisili
4.            Minimal ijasah SMA – maksimal ijasah S1
5.            Plus Jamsostek
6.            Calon Non-sales/Perusahaan non-Yayasan
7.            Kirimkan melalui SMS, dan saya akan langsung mengundang anda unuk Interview.

Seketika aku langsung berkata “Wow” untuk perusahaan ini. Tidak mau tahu menahu akan sebab-akibat melamar di perusahaan ini aku langsung saja mengirimkan SMS data diri ke orang yang dituju (saat itu orangnya bernama Bu Siska – Be careful, guys… They can change their name as their likes in almost every day -red).

Benar saja. Siang itu aku SMS data diri sore itu juga aku di SMS balik olehnya. Ia  memintaku untuk datang pada keesokan harinya. Walhasil, Laksanakan Komandan!!!! Besok aku siap datang untuk Interview.


KEESOKAN HARINYA …

sumber : uc1n.blogspot.com
Aku datang menuju alamat kantornya di Jalan Saharjo no. 102A Lt. 3 pada siang itu. Sesampainya disana, aku langsung digiring tukang ojek setempat untuk masuk ke PT itu (WHAT… tukang ojek setempat… -_-“) lalu aku naiki tangga menuju Lantai 3. Kebersihan gedungnya, nauzubillah… Sahabat blogger bisa mengerti lah apa maksud dari kata “nauzubillah” itu yah.

Sampai di Lantai 3, aku langsung diminta tunggu oleh front desk yang ada di depanku. Tak lama aku menunggu Ibu Siska untuk menantiku di meja HRD nya. Lalu dibawalah aku masuk ke ruang interview. Fortunately, yang kulihat adalah, suasana ramai buanyaakk orang disana yang sedang diinterview. Suasananya ramai sekali bak masuk ke dalam warnet game online. Berisik banget…

“Selamat siang, dengan …….. (sambil melihat CV ku) Bapak Denis”, ujar Ibu Siska.
“Iya, betul Bu.” Aku masih celingak-celingukan.
“Okeei Bapak Denis sudah tahu nama saya? Saya Ibu Siska yang akan menginterview Bapak”
“Iya, Bu”

Kemudian Ibu itu langsung menyodorkan sejumlah lembaran yang menyatakan bahwa PT yang aku datengi itu adalah PT resmi. Memiliki SIUP, NPWP, dan apalah ituu… Well, done. Terus juga cara ia berbicara sangat cepat sekali sampai-sampai aku gak bisa berkata-kata lagi. Sampai pada akhirnya ia menyodorkan sebuah selembaran gambar beserta harga masing” produk kepadaku. Pikirku, lah ini kenapa jadi terkesan seperti jualan?

“Bapak Denis… Dalam peraturan masuk menjadi PT. MUG Bapak harus membeli terlebih dahulu minimal satu buah prodak dari kami.”
“Lah, kenapa begitu, Mbak??? Saya gak bawa uang lebih…” nadaku agak keras.
“Maaf, Bapak. Ini dilakukan agar posisi Bapak aman berada disini,”

Dengan segala kebodohanku saat itu aku memutuskan untuk membeli sebuah kipas angin. Tetapi saat itu aku hanya membayarkan DP sebesar Rp. 20.000 karena Bu Siska yang terus memaksaku untuk bayar terlebih dahulu. Ya Allah… Ampuni Hamba-Mu yang penuh dosa ini..

Berkat sedikit pemaksaan dari bantuan saudaraku akhirnya aku mendapatkan uang itu, Rp. 507.000. Whattt… That’s so expensive. Dan lagi, merek kipas angin yang aku beli bukanlah dari merek terkemuka. Harusnya “National”, ini “Nasional”. Astaghfirullah… Hanya aku tidak sadar aja saat itu.

Seusainya aku kemudian ditraining di sekitaran Tebet, Jakarta Selatan, sebelum akhirnya aku ditempatkan kantor di Kenari, Salemba, Jakarta Pusat. Dan benar saja, aku celingak-celinguk disana-sini banyak orang yang sedang diinterview. Dan, ketika aku dihadapkan dengan orang MUG sana, aku diintriksukan untuk mencari orang yang mau menjadi mitra kerja MUG dengan membayar satu produk dari mereka. Kalau aku tidak dapat, ya tidak digaji. Seperti sales, tapi sales berkedok lowongan kerja. Huhhuhhuuuhhhh………. >.<


Pelajaran utama dan terpenting dalam pencarian kerja adalah, hindari perusahaan yang memungutkan uang sepeserpun kepada kita. Jangan langsung percaya dengan iming-iming dan rayu gombal alias modus yang ditawarkan oleh si PT itu. Katakanlah, sobat blogger… Mungkinkah lulusan SMA bisa mengambil posisi Staff Personalia dengan gaji diatas 3 juta rupiah????



Dan atas pengalaman pahit itu, aku ikhlaskan uang Rp. 507.000 dan menjadi pelajaran berharga terutama buat diriku sendiri. Berhati-hatilah kita dalam mencari pekerjaan. Bisa jadi bukan kita yang dapet uang, malah kita yang mengeluarkan uang.


Demikian diskusi kita hari ini. Semoga menjadi notif yang bermanfaat bagi sahabat blogger semua. Note tambahan : tidak hanya PT. MUG yang memiliki sifat seperti itu, tetapi juga PT lain yang dianggap tabu, menjadi layak untuk diperbincangkan (halaahhh… kenapa jadi silet sih.. hahaha :D).

Untuk sobat blogger yang sedang mencari kerja, tetep semangat yaa…

94 komentar:

  1. wah bahaya ini kalau banyak perusahaan yg menerapkan sistem seperti PT. MUG,,
    banyak orang yg kecewa, menurut saya itu bisa saja penipuan dan pemaksaan produk tertentu,, karna di awal kita diminta wajib membeli salah satu produk jualan mereka, dengan iming-iming uang yg lumayan seseorg bisa terseret oleh keinginan mendapatkan uang cpat dan mudah,,, akhirnya di gombalin,,,

    trimaksih mas atas infonya,, saya harus berhati-hati mulai saat ini....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Muarra : Betul betul.. terutama waspadai PT yang malah meminta uang kepada kita agar diterima jadi karyawan,,,


      Mbak Cii : Hati2 dengan hati yaa... Hahaha :D

      Hapus
    2. Oke harus hati2 nich apalagi klw lg ga ada uang seperti sekarang, belum gajian lg dan tugas bnyak, hehehe
      thanks bang indra...

      Hapus
    3. Saya membaca dengan detil perlahan lahan sampai selesai tulisan mas. A.Y.Indrayana karena apa yang mas Indrayana alami walau tidak sama persis dengan yang saya alami dahulu waktu masih Pengacara alias "penganggur banyak acara". Saya waktu lulus SMA Tahun 1989 juga sudah kebelet mau kerja. Mencari kerja ke sana kemari saat UMPTN saya kandas alias nda lulus.

      Saya kursus mengetik 10 jari, sampai ikut melamar di sana sini dari iklan lowongan kerja di koran Pos kOTA kalaw nda salah. Saat itu saya masih di Bekasi bersama orang tua.

      Ada lowongan sebagai staf administrasi, dan saya ikuti lowongan itu dengan melamarnya. Begitu diumumkan saya tidak lulus. Namun informasi yang saya dapatkan saat itu yang LULUS justru harus kuliah dahulu di perusahaan tersebut selama 1 tahun dn baru kemudian disalurkan ke perusahaan. Mau kerja cari uang, malah disuruh kuliah dan mengeluarkan uang. Untung saya tidak lulus waktu itu

      Hapus
    4. Kalaw mas A.Y.Indrayana akan saya bantu bekerja ditempat saya sebagai staf IT ngurusinE-paper dan kerjanya di lantai 5 gedung Graha Pena. Saya kenal baik manager IT dan HRD nya. Bisa saya bantu Insya Allah.

      Tenang aja mas A.Y.Indrayana terus saja fighting. Kami kami dulu juga begitu pontang panting hingga pada posisi sekarang.

      Hapus
    5. Horee, mantap tu peluang Mas. ambiil, mumpung Kang Asep lagi nggak pegang kamera. kalo udah pegang kamera, bisa lupa segala dia.

      Hapus
    6. Alhamdulillah...
      ada rezeki dari berbagai pintu yg tidak dikira-kira...
      satu pintu rezeki tertutup maka pintu rezeki lain akan terbuka lebar....

      Hapus
  2. yaa elah niat pingin dapet kerja dapet duit, ini malah ngilangin duit dong mas -,-'

    harus hati2 yaa cari kerjaan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. be careful bahasa inggrisnya.

      Hapus
    2. bahasa sundanya apa bang Zach?

      Hapus
    3. bahasa jawanya "kudu ati-ati ben nggak dadi mangan ati" :p

      Hapus
    4. makan ora mangan sing penting kumpul...ngono loh..:D

      Hapus
    5. rawe2 rantas malang2 putung,...suwi2 kepentung :p

      Hapus
    6. wis wis wis ..... ra rampung2 ki mah,, :p

      Hapus
    7. "kedah ati-ati, teu kenging dugi ka bobodo kunu kitu"

      #nah lho

      Hapus
    8. rawe2 rantas malang2 mutung...ga slese2 :D

      Hapus
    9. ieihiee nda selese selesei soale ada jilid II nya alias bersambung

      Hapus
    10. ayo ditumpuk pekerjaan kalian.

      Hapus
  3. gaji di atas 3 juta untuk lulusan SMA? bisa! bekali diri dengan berbagai ketrampilan. utamanya yang sesuai dengan kebutuhan instansi. ini yang berbeda-beda antara instansi yang satu dengan yang lainnya. kadang ada perusahaan yang mensyaratkan sekali ketrampilan bahasa inggris dan komputer. tapi juga ada yang mementingkan ketrampilan negosiasi misalnya. sebelum masukin lamaran, pelajari dulu karakteristik yang diperlukan disitu. nah, kita pasti akan fokus mempersiapkannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setju, saya juga yakin dan percaya gaji di atas 3 juta untuk lulusan SMA sangat mungkin kok. semangattssssssssssssss

      Hapus
    2. betuuul.. malahan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain jika sudah berkembang :)

      Hapus
    3. ketimbang layu sebelum berkembang :D

      Hapus
    4. Kang Zachflazz, Mbak Dini, dan Mbak Ay : Iya betul sekali. Tetapi diatas aku sebutnya lulusan SMA yang jadi bagian Staff Personalia,,,
      kalau tentang hal lain mah, bisa bangeetttt :D


      Sisanya : yuk kembangkan usaha klepon bersama-sama :D

      Hapus
    5. Berwirausaha itu menyenangkan lho!

      #beda ndiri

      Hapus
    6. Kalau sudah berkembang tinggal nunggu berbuah

      Hapus
  4. kalo disuruh bayar dulu, ohh jelass ini trik dagang yang eksesnya bisa ke penipuan. ati2. wong kita lagi butuh duit koq malah disuruh ngeluarin duit. aneh kan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. SEPAKAT dengan pak zach, prnsp saya pas jaman masih car kerja juga demikian. Lha saya cari kerja dengan salah satu tujuan adalah mau car uang [dapat gaji] kok suurh mbayar duluan? Ya mana logis kan? jadi saya bertahan dgn plhan tersebut dan Alhamdulllah, klo ada pengeluaran ya sewajarnya spt foto kopi, cetak poto dan sejenisnya itu.

      Hapus
    2. sama kayak kasus mo jadi PNS, main kuat-kuatan duit..

      Hapus
    3. Ay sagira:..tau gituh kenapa yah orang2 masih berlomba jual tanah dan sawah untuk bisa jadi PNS, koplak lah mereka itu semua....hehe

      Hapus
    4. Nyari hidup aman kayaknya mas....

      Hapus
    5. Hahaha.... masa iya begitu sih, kang Cilembu?

      Hapus
    6. padahal PNS nggak aman loh.
      lebih aman itu jadi satpam, bawa pentungan. atau pulisi, bawa kestul

      Hapus
    7. Jadi aku harus jadi apa doooong!!!

      #ngacung di perempatan

      Hapus
    8. Kalaw ngikutin saran dari Bang Zachflazz, ya lamar jadi SATPAM

      Hapus
    9. tapi harus punya pentungan dulu Kang

      Hapus
    10. plus seragamnya beli sendiri. minimal 10 buah. soalnya buat sepupu"nya harus ikut katanya

      Hapus
  5. bukanya kerja dapet bayaran, eh.. ini malah suruh bayar duluan...
    buat pengalaman mas. sekarang lagi marak penipuan lowongan kerja, terutama di dunia maya.

    ko' gak sekalian disuruh beli panci ya? kan lumayan buat bikin bubur..:D

    *antem sendal..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sawat sandal #swiiing plaak

      hohohoho

      Hapus
    2. melayang k palaqu ki mas budy :P

      Hapus
    3. Aduh mbak Cii... kamu gak papa???

      ooh ga papa,,
      samplukan lagi yuuk pake sandal.. #eh
      hahaha :D

      Hapus
    4. disini keji banget, pada main sampluk
      larii ahh

      Hapus
    5. Mending menikmati pagi ajah ah...

      #sambil lalu

      Hapus
    6. Menikmati bubur ayam di sore hari. Wiihhhhhhhhh mancapps. Mertua lewat tidak perduli

      Hapus
    7. Plus Mas Raw lewat pun gak peruli.
      Nah!

      Hapus
  6. eh adek saya kebetulan juga pernah ketipu pas lagi cari kerjaan, tapi motif penipuan nya beda, waktu itu dimintain uang dengan alasan sebagai "uang daftar", jadi posisi kita aman, kemungkinan untuk diterima besar, nah pas mau balik ngobrol dengan sesama pelamar, ternyata dimintain duit juga,, -__-

    tapi semua pasti ada hikmahnya ya, yang jelas jadi lebih hati2 ke depan nya, semoga cepet dapet kerjaan, semangat!! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, jangankan adek mba. sy juga nyaris ketipu...hihihi

      Hapus
    2. Mbak Cii juga pernah ketipu modus penipuan kayak begini?

      Hapus
    3. saya malah nipu. nipu istri. tuh nggak sadar-sadar sampe sekarang. malah tambah cinta. berhasil kan tipuannya. hehe.

      Hapus
    4. Bagi-bagi dong ajiannya, Mas Zach!

      Hapus
    5. Yang pasti bukan ajian "Kodok Mati Menahan Nafsu"

      Hapus
    6. halahh bosen, ajian itu mulu. padahal ya belum pernah diajarin

      Hapus
    7. ayo kita rame" minta ajarin kang asep

      Hapus
  7. nga papa deh...itu semua adalah bagian dari perjalanan hidup dan pengalaman agar kita bisa lebih kreatif dan terus menggali potensi diri kita agar terus berupaya mencari jalan yang terbaik, bagusnya lagi kalau bisa menciptakan lapangan kerja(minimal untuk pribadi), ngga melulu berfantasi untuk jadi karyawan yang digaji oleh bos, tapi jadilah bos.
    sebagai gambaran (maaf bukan mau so')..saya sarjana yang pada akhirnya ngga pernah mau jadi kuli, dan kini saya sangat bangga berprofesi jadi pedagang ubi cilembu.
    pedagang ubi yang sarjana...masih jarang kan?...hehee
    ayo...semangatlah!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat semangat pak,...*berbagi motivasi hari ini :D

      Hapus
    2. Keren mas...!
      Tambah keren kalo cilembunya di kirim ke sayah....hehehehe

      Hapus
    3. Lebih keren lagi kalau ubi cilembunya jadi bahan baku pembuatan bubur,
      Jadi "Bubur Ubi" deh,,
      Hehehe :D

      Hapus
    4. Kang Cilembu juragan sukses di Bandung. itu menginspirasi banget.

      Hapus
    5. Kali ini aku ingin kecup Kang Cilembu.

      Hapus
    6. terserah kalian, itu pilihan hidup. #keluhh.

      Hapus
    7. kang zachflazz juga pengen minta kecup?

      Hapus
  8. buseeeet, itu orang ngirim sms apa surat? panjang amat -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah, niat banget yaa mbak Dini... hahaha

      Hapus
    2. ntar juga ada loma cerpen via sms. rasain. rasain tukang bikin cerpen!

      Hapus
    3. @Rudy Arra : ssst manggil bos saya taa mas Rudy Arra? Bos saya nama depannya Untung hiehiehiehiehiee.

      @diniehz : betul sms kah itu ya? Saya juga kaget. Lebih dari 140 karakter itu pasti alatnya canggih. Bisa kirm SMS panjang kaya kereta api

      Hapus
    4. hahaha. itu sms yang sebenarnya aku gabung" jadi satu sms di photoshop mbak....

      Hapus
  9. mantap...
    baru mau kerja sudah mintain duit
    besok aja bayarnya kalo dah gajian...
    apa tak gaplokin wae sinih hrdnya...

    *mumpung lagi semangat ngomelin hrd

    BalasHapus
  10. salam kenal bang...

    kisahnya di PHP in nih hhhehe... moga aja enggak ada yg jadi korban PT muG lagi yak bang

    BalasHapus
  11. baru tau deh, ternyata nyari perkerjaan bisa juga ngeluarin uang toh.. huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah nah akhirnya kebaha-GIA-aan datang juga

      Hapus
    2. Huust sudah sudah sudah ........ Aku sudah punya yang lain :D

      Hapus
  12. hati-hati bang, memang sekarang banyak penipuan berlatar belakang lowongan kerja. ane sihh belum pernah ngalamin, tapi sering denger cerita temen. dengan pengalaman abang ini ane juga tambah waspada dan tau modus baru.

    BalasHapus
  13. Agan beruntung sekali.... kalau saya mah sebel sama yang namanya lowongan.. gagal aja bawaannya, apalagi kalau ketemu yang penipuan.. makanya, niat banget mending buka usaha :D

    BalasHapus