Sabtu, 10 November 2012

Untuk Pahlawan ...

Dear Blogger ...


Hari ini, aku mau quick post saja yaah ...





Indonesia merdeka, berkat MEREKA ...
Indonesia jaya, berkat MEREKA ...
Penjajah pergi, berkat MEREKA ...
MEREKA berperang melawan penjajah, untuk INDONESIA ...


Sekarang, saatnya kita mengheningkan diri ... Untuk mengingat kembali jasa besar para pahlawan kita terdahulu ...

dalam perjuangannya Memerdekakan INDONESIA ...

Mari kita teruskan perjuangan para pahlawan kita terdahulu dengan belajar dan bekerja, demi kemajuan Nusa dan Bangsa ...
Satukan perbedaan, satukan kekuatan, satukan kita semua ....



Selamat Hari Pahlawan, 10 November 2012 ....

Kamis, 08 November 2012

Pemenang …

Dear Blogger …

adaptasi tokoh dari : jokesprank.com


Assalammu’alaikum semua … Let’s say “Hooray” for this time yaa. Teruntuk untukku, sudah saatnya aku berbagi kebahagiaan atas rentang jalanku di dunia blogger dan menjalin tali siraturahmi antar sesama blogger. Dengan apa aku membaginya? Hmm … apa yaa… Mau tahu aja apa mau tahu bangeeetttt niihhh??? Hahaha *kacau*.

Yup betul. Sudah saatnya aku membagi-bagi hadiah kecil-kecilan atas keikutsertaan ‘Giveaway Catatan Indrayana’ pada bulan Agustus lalu. Aaaa …. Sebelumnya aku minta maaf dulu yaa buat para GA partisipasioners atas keterlambatan ini dikarenakan yang bersangkutan (pengikut GA) sedang hiatus (atau menghiatuskan diri tanpa kabar yang jelas), dan faktor manajemen waktu dari adminnya sendiri (ya jelas aku lah sob). Hehehe … Terkesan ‘terlambat’ memang. Tetapi ku rasa hari ini adalah saatnya buatku untuk menyelesaikan semuanya, dan bersiap untuk ‘Giveaway Season 2’ dengan soal dan cara ikut serta yang mudah alias gak beribet. Oleh karenya, siap-siap yaa buat GA yang akan datang ….


Baiklah. Tak perlu berlebar panjang, berikut adalah nama-nama pemenang dari Giveaway Catatan Indrayana : Menulis Buku Untuk Semua  ; dilengkapi dengan sedikit ulasan cerita masing-masing. Dan mereka adalah …


                oleh : Ocha Rhoshandha (cerita-ocha.blogspot.com), 28 Agustus 2012

Bermula dari sebuah kisah persahabatan antara Angel dan Amara. Mereka telah bersahabat sejak kecil karena mereka bertetangga. Angel selalu menjaga Amara, karena ia tau bahwa Amara adalah seseorang yang buta. Amara adalah seorang pelukis namun dia tidak mengenal bangku sekolah. Orang tua dengan dibantu Angel selalu mengajari Amara semua hal yang harus dipelajari. Sedangkan Angel adalah seorang anak SMA, berumur 17 tahun (seumuran dengan Amara). Angel adalah anak yang pinter, baik dan menyenangkan. Bagi Amara, Angel adalah sahabat terbaiknya karena ia bisa mengerti dirinya.

Suatu hari, Angel memperkenalkan seorang teman kepada Amara, namanya Bayu yang tak lain adalah pacar Angel. Amara turut senang saat Angel bahagia karena sahabatnya merasakan jatuh cinta. Dan Amara ingin merasakan jatuh cinta, berharap jatuh cinta pada pandangan pertama, tetapi ia tau diri bahwa dirinya buta.

Bayu selalu menemani Angel untuk mengajak Amara bermain dan belajar. Mereka bertiga menghabiskan banyak waktu untuk sekedar sharing, belajar, bercerita ataupun bermain. Mereka bertiga sangat bahagia dengan kebersamaan mereka. Amara merasa bahwa ia telah mendapatkan sahabat yang baik dan sahabat yang baru juga baik. Angel merasa bahwa ia memiliki 2 orang yang lengkap untuk mengisi hidupnya, yaitu sahabat dan kekasihnya. Bayu merasa bahwa ia harus melindungi Amara dan Angel, entah mengapa mereka harus dilindungi olehnya.

Namun atas apa yang terjadi setelah 10 tahun telah berlalu, Angel yang telah menjadi seorang script editor pada salah satu perusahaan advertising, harus menemui takdirnya bertemu dengan Tuhan tanpa sepengetahuan Amara. Sedangkan Bayu yang telah menjadi dokter spesialis mata dan masih dikategorikan sebagai dokter muda, diutus secara wasiat untuk mendonorkan kedua mata milik Angel kepada Amara dengan tidak memberitahunya terlebih dahulu. Amara yang memiliki rasa kangen berlebih terhadap Angel harus menerima kenyataan bahwa kedua mata yang kini dirasakannya adalah mata Angel sesaat setelah pernikahannya dengan Bayu. Pertanyaannya, apa yang menyebabkan Angel meninggal kala itu???
*jawaban dalam postingan lengkap khusus cerita ini nanti yaa*


                oleh : Nurul Fadilah (nufadilah.blogspot.com), 4 September 2012

Ada nada jengkel dalam kata-kata Hendra, sejujurnya ia memang sedang kesal terhadap teman-temannya yang kini semakin sibuk oleh urusan masing-masing. Komitmen persahabatan sampai tua nanti seakan mulai terkikis oleh kegiatan lain. Dan di sinilah ia sekarang, sendiri di studio sewaan. Seperti hari-hari kemarin, hari ini teman-temannya tidak datang lagi untuk latihan. Padahal Hendra sudah merelakan uang sakunya untuk menyewa studio untuk latihan band mereka. Pertanyaannya, bagaimana mereka bisa terus mengeksistensikan band barunya itu dengan keadaan seperti itu???
*jawaban dalam postingan lengkap khusus cerita ini nanti yaa*


                oleh : Bita Gadsia (jejaringsosialinternet.blogspot.com), 1 September 2012

Kisah ini tentang sebuah pengorbanan cinta seorang wanita terhadap laki-laki yang sangat dicintainya hingga ia rela kehilangan nyawanya demi sosok yang sangat dicintainya itu. Diawali dengan kisah Arman, laki-laki kaya yang tampan, keren, cool dan Cyntia, wanita yang cantik, tinggi semampai, dan pintar. Sejak pertemuan pertama di kampus, Cyntia sudah menaruh hati pada Arman. Ia jatuh cinta pada sifat dan kelakuan Arman yang begitu baik. Ia pun melakukan segala cara untuk berusaha mendapatkan hati Arman. Walaupun Arman tidak terlalu tertarik pada Cyntia, namun akhirnya Arman mau menerima cintanya karena kasihan kepada Cyntia yang tak kenal lelah mengejar-ngejarnya setiap hari. Cyntia sangat berterima kasih kepada Arman dan berjanji tidak akan menyia-nyiakan harapan cinta tersebut. Pertanyaannya adalah, apakah hubungan mereka berdua dapat berlangsung lama?
*jawaban dalam postingan lengkap khusus cerita ini nanti yaa*



Yap itu dia tiga orang yang terpilih menjadi ‘pemenang’ dalam Giveaway kali ini. Horee… #loh? Hehe… Nah, terakhir … Untuk melengkapi persembahan dari GA ini aku memberikan kalian semua (ketiga-tiganya) sebuah award yang bernama “Presenting Giveaway Awards” dengan nama kalian dimasing-masing awardnya. Hoyeey … Sekali lagi, selamat yaa buat semuanya…

Mengenai hadiahnya, hadiah sudah dikirimkan mulai pagi ini. Bila sudah sampai di tempat masing-masing harap langsung komentar di bawah ini yaa ...
Berikut tampak bungkusan hadiahnya ...





Kepada tiga pemenang ini diharapkan untuk naik ke atas podium dan mengambil award ini … :)

untuk : Ocha Rhoshandha
untuk : NF

untuk : Bita Gadsia


Tunggu kehadirannya di Giveaway Catatan Indrayana Season 2 yaa … :D

Rabu, 07 November 2012

Penantian Panjang Pekerjaanku … (Part 1) : Memahami Tips ‘Interview’ User

Dear Blogger …

sigitheart.wordpress.com


Assalammu’alaikum … back to Catatan Indrayana. Apa kabarnya kalian semua? Tentunya tidak buruk (lho..?). Hmm … To the point aja ya. Kali ini aku mau coba berdiskusi mengenai soal pekerjaan dan lamarannya nih. Aku ingin coba sering sharing kepada sobat blogger semua tentang penantian panjangku dalam mencari kerja (bukan mencari cinta lho ya :p). Aku terus membayangkan kiranya kalau aku sudah dapat pekerjaan itu, nanti buat mencari cinta kan gampang #loh? Hmmph …

Lebih spesifiknya lagi, kali ini kita membahas tentang Tips Interview user. Banyak sekali, para calon karyawan yang meminatkan pekerjaannya di perusahaan-perusahaan besar. Banyak yang sukses, namun tidak sedikit juga yang gagal. Layaknya mencari pekerjaan, mereka (termasuk aku) kian berjibaku untuk berebut pesona demi banyaknya peluang ditarik di sebuah perusahaan dan bekerja disana selayaknya orang kantoran. Sedikit berbagi, aku akan menceritakan secara simpel ‘tips’ PD dari kita saat interview dengan User di Kantor Pusat nanti.


Intermezzo : Sedikit tentang Outsourcing …

Outsourcing dalam makna katanya terbagi atas dua kata: out dan source (sourcing). Sourcing berarti daya, sedangkan ‘out’ berarti mengalihkan kerja, tanggung jawab dan hasil kepada orang lain. Dalam dunia bisnis, outsourcing atau alih daya dapat diartikan sebagai pengutusan sebagian pelaksanaan kerja yang sifatnya menunjang oleh suatu perusahaan kepada perusahaan lain melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh (tertera dalam Undang-Undang).

Pertanyaannya, mengapa kita harus mengalihkan pekerjaan yang sifatnya hanya penunjang semata? Karena mereka (perusahaan lain) dapat mengerjakannya dengan lebih murah, cepat, baik, dan yang lebih penting lagi ... karena kita punya pekerjaan lain yang sifatnya lebih penting.

http://www.panoramio.com
Mengapa aku memulai intermezzo dengan kalimat Outsourcing? Karena ‘sasaran’ pekerjaan yang aku usahakan ini adalah perusahaan yang bernaung di bidang Outsourcing. Hmm tetapi .. ada tapinya kawan. Untuk perusahaan yang satu ini adalah perusahaan vendor Outsourcing yang dibentuk oleh satu grup besar agar hasil sumber daya yang ada disini tidak akan pergi jauh keluar grup yang bernaung di satu lingkaran ini. Terkesan ‘monopoli’ memang, tetapi grup ini mengerti tidak ada permainan monopoli dalam manajemen sumber dayanya dengan tetap mengizinkan vendor outsourcing lain melabuhkan hasil rekrutmen SDM nya ke grup ini. PT. Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS). Demikianlah nama dari perusahaan vendor outsourcing yang dimaksud itu, yang juga satu grup oleh Bank BRI. Jadi apa? Jadinya hasil rekrutmen dari PKSS ini Insya Allah akan ditempatkan pada kantor-kantor bank BRI nantinya. Begitu …

Masih ingat dengan posting Teguran Dari Mereka? Aku juga pernah menyebutkan nama perusahaan ‘PKSS’ ini disitu kan? Itu pada tahap awal Interview. Aku sudah melewati proses psikotest dan baru saja aku selesai diberikan ‘pembekalan’ dari seorang karyawan di PKSS agar aku dan para rekrutmen lainnya dapat dengan baik menjalankan interview bersama User di Kantor Pusat BRI di Sudirman, Jakarta Pusat nanti. Do’akan aku yaa teman-teman ..


Pada saat interview dengan User, kita dianjurkan untuk …


purduecco.files.wordpress.com
Disini kita berbagi kata-kata dan berdiskusi saja perihal menghadapi interview dengan ‘big boss’ nya HRD yaa. Pada tahap ini, adalah tahap ‘Pra-Final’ nya para outsourcer ketika meraih pekerjaan kontraknya di PT idaman mereka. Perhatikanlah mereka dari segi penampilan, cara bicara, dan kemampuan yang harus bisa dibutikan dengan kata-kata, bukan dengan tindakan. Meyakinkan HRD bahwa kita layak berada di kantornya adalah sesuatu hal yang bisa membuat kita merasa ‘panas dingin’ untuk berbicara, yang bisa jadi juga berdampak negatif pada kelancaran melewati proses ini. Berikut petikan pengarahan aku dari karyawan PKSS untuk User di Kantor Pusat nanti.



1.            Berpenampilanlah Rapi. Gunakan kaos dalam berwarna putih sebagai yang ideal. Gunakan pula kemeja yang sudah diseterika, dan bawahan berwarna hitam. Bila kita malas menyeterikanya, setelah pakai kita bisa menggantungnya, tetapi jangan dilipat. Lipatan kemeja bisa jadi penilaian buruk dari mereka karena akan terkesan ‘kucel’.

2.            Perkenalkan dirimu dengan sebaik-baiknya. Terangkan apa prestasi terbesarmu, pengalaman berorganisasimu, dan kelebihan maupun kekuranganmu didepan mereka. Ingat untuk ‘kekurangan’ jangan dijabarkan terlalu banyak, karena dikhawatirkan mereka lebih menilai kekuranganmu daripada kelebihanmu.

3.            Apa adanya saja. Tidak perlu menggembor-gemborkan bahwa kita bisa di satu bidang yang memang kita ahli. Kalaupun kita merasa bisa, kita juga harus bisa menjawab pertanyaan dari mereka seputar keahlian anda. Tapi ingatlah … Sekalinya kamu tidak dapat menjawab maka itu akan menjadi nilai negatif kamu.


Yap. Ketiga pembelakan tadi cukup berguna bagiku. Dan mudah-mudahan aku bisa melangkah pada posisi karyawan dengan melewati proses ini dengan sebaik-baiknya. Yang penting juga, jangan gugup. Itu point terbesarnya. Selalu berdo’a dan berikhtiar, untuk hasil yang terbaik. Aminn …

Selasa, 06 November 2012

Perjalanan Berorganisasiku (lanjut lagi) …

Dear Blogger …



Assalammu’alaikum sahabat-sahabatku semua … Akhirnya setelah seminggu harus puasa blogging oleh karena hal yang harus membuatku seperti itu (halah), aku bisa kembali posting dan kembali ke kehidupanku yang seharusnya, yaitu blogging. Haha .. Tapi memang dibalik masa hiatusku selama beberapa hari ini aku merasa sudah menanggalkan banyak agenda, yang mana bisa kukatakan agenda itu sangat penting. Semua agenda yang harusnya aku datangi, kandas karena acaraku yang satu ini. Tapi mau gak mau harus kulakukan, karena ini menyangkut baik selama perjalanan panjangku di dunia ini.

Yap. Acara itu adalah ‘Pelantikan’. Pelantikan Calon Anggota Angkatan 21 UKM LPM Orientasi, Universitas Mercu Buana, yang baru selesai digelar pada senin subuh tadi. Tepat sekali. Acara pelantikan ini begitu ‘berbenturan’ dengan jadwal kampusku yang seharusnya sedang Ujian Tengah Semester, Sabtu dan Minggu kemarin. Bisa dibayangkan bukan? Aku harus mengikuti rangkaian acara pelantikan sekaligus mengikuti UTS di kelasku. Sadis … berani bener yaa si In ini .. :D

Sebenarnya sedari jum’at kemarin ada miss-komunikasi antara aku dengan seniorku perihal tanggal ideal pelantikan LPM Orientasi ini, yang seharusnya aku usulkan lebih baik digelar minggu depan saja (Sabtu, 10 November 2012). Tetapi karena ada beberapa hal, akhirnya keputusan berat adaan pelantikan ini harus digelar pada Sabtu lalu. Walhasil, aku harus siap-siap fisik, mental, sekaligus otak karena aku belum sempat belajar banyak saat menghadapi UTS kemarin.

Ah sudahlah … Biarkan waktu berlalu. Yang jelas aku sudah ‘berhasil’ menyelaraskan kedua-duanya. Aku berhasil mengikuti UTS dan berhasil pula mengikuti jalannya pelantikan hingga usai. Namun tetap saja, ada sejumlah agenda yang akhirnya harus aku tinggalkan demi kelancaran prosesiku dilantik di UKM yang bernaung di bidang Pers Mahasiswa ini.



Hari Sabtu, 3 November 2012

Pertama-tama, aku menyempatkan diriku untuk mengikuti UTS terlebih dahulu di kelasku. Dengan sangat terpaksa aku menggunakan telepon pintarku (smartphone) sebagai media untuk membocorkan jawaban dari buku. Aksi saling tukar blackberry messenger (BBM) dan whatsapp memang sudah lumrah terjadi di kelas yang kusebut sebagai kelas karyawan ini. Aku memanfaatkan peluang ini sebagai aksi mencari jawaban secara cepat karena sang pengawas ujian pun kurang jeli memantau apa yang kami perbuat selama itu. Hehehehe … tetapi ini cukup beralasan lho. Karena rata-rata teman-temanku di kelas tidak punya waktu untuk belajar dan sibuk di kantoran. Demikianpula dengan aku. Terlalu aktif di beragam kegiatan luar terkadang menjadi penghambatku untuk membaca buku. Hehe ..

Seusainya UTS, aku langsung bergegas ke Sekretariat UKM LPM Orientasi untuk menjalani serangkaian agenda pelantikan. Pertama-tama, aku dan temanku yang juga calon anggota diutus untuk pergi menuju tiga tempat yang menjadi ‘pos’ di acara pelantikan ini. Dwi Aryo Wibowo, begitulah nama dari sebutan temanku yang juga calon anggota itu tadi. Aku dan Bowo, langsung bergegas menaiki motor Revoku menuju ke lapangan Taman Ismail Marzuki, Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada pukul 11.30 WIB.

Yang kedua kami menuju ke Taman Suropati, Menteng, Jakarta pada pukul 16.30 WIB kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi kawasan Monas pada malam harinya. Dalam ketiga pos itu, kami banyak disuguhkan penggemblengan baik fisik maupun mental dalam memahami makna tersembunyi yang ada di tiap pos itu.



Hari Minggu, 4 November 2012

Belum selesai sampai disitu, pagi harinya aku kembali bergegas ke kelas untuk mengikuti UTS di matakuliah yang kedua. Bedanya, jika kemarin sabtu aku pakai baju yang bersih, hari ini aku masuk ke kelas dengan baju yang sudah kucel dan kotor. Maklumlah gak mandi selama sehari, ditambah lagi banyaknya debu yang bertebaran sepanjang perjalanan. Hahaha …

Sekembalinya di kelas, aku dan Bowo ditugaskan untuk menjalani ‘sidang’ atas hasil ikutserta pos yang sudah aku lalui selama sehari itu. Lagi-lagi faktor mental harus yang super disini. Celaan dan cacimakian begitu sedap terdengar di telingaku sepanjang minggu malam. Baik itu dari kesalahan murniku hingga ajang pencarian kesalahan dari senior kepada juniornya. Yayaya … itulah salah satu resiko yang harus ditanggung para organisatoris untuk masuk ke dalam bagiannya. Apalagi UKM yang sedang aku lalui ini lebih mengutamakan faktor ‘militaris’ jika ingin masuk kedalamnya. Sebelum akhirnya kami berdua dilantik dan diterima menjadi anggota resmi Orientasi, aku dan Bowo sebenarnya sangat minim dalam waktu beristirahat. Kembali lagi seperti yang ku katakan. Faktor fisik juga harus kuat disini. Yah maklumlah, kesan ‘senioritas’ masih begitu kuat disini. Namun tetap tidak ada reaksi fisik yang begitu signifikan disini. Hanya disuruh ini itu dan bersiap-siaplah kalian menghadapi segala macam lemparan mental dari mereka. Huhuummm ……..

Seperti pernah ku lansir di posting pertama Berorganisasi, Peran Aktif dalam Mengasah Kemampuan. Berorganisasi itu bisa dikatakan cukup berat, apalagi ini dilakukan secara sukarela alias tanpa mengharap bayaran. Namun dengan begitu kita sebenarnya sedang diasah kemampuan kita, kredibilitas kita, kepemimpinan kita, dan pertanggungjawaban kita dalam berorganisasi. Kesimpulan sederhananya, jika saat kita tidak dibayar kita bisa memimpin sebuah organisasi dengan baik, tentunya kita bisa memimpin perusahaan yang lingkupnya sudah memberikanmu keuntungan yang tinggi dong? Sekarang, akupun juga sedang menghadap dilema akan manajemen waktu. Pembagian waktu antara organisasi dengan kuliah dan aktivitas lainnya sudah harus setara dan targetable.

sekarang aku adalah bagian dari mereka ... :D


Bagaimana dengan kalian, apakah punya hal yang tak terlupakan selama berorganisasi dulu?

Rabu, 31 Oktober 2012

Hiatus ...

Dear Blogger ...


Hari ini, aku mau quick post saja yaah ...




Sehubungan dengan adanya Mid-test (Ujian Tengah Semester-UTS) di kampusku beberapa hari kedepan, tugas-tugas kampus yaitu berupa membuat resume Metodologi Penelitian Survey dan harus membuat riset analisis data skala perbandingan program televisi untuk dikumpulkan saat hari-H UTS tiba, serta yang terakhir membuat Newsletter sebagai tugas Calon Anggota Persma Orientasi UMB.

Untuk tugas intern rumah, aku harus beberes kamar lagi dan tmencuci beberapa pakaian yang menyebabkan pandangan tidak sedap pada istanaku tercinta ini. Hmm ....

Aku akan mengerjakan tugas-tugas ini, yang kulanjutkan dengan kegiatan belajar di rumah. Karena aku trauma ... mendapat nilai jelek di semester lalu.. Hehe


Oleh karena itu, aku sebagai pemegang saham terbesar di blog Catatan Indrayana ini ingin meminta izin kepada sahabat blogger semua untuk tidak blogging dulu seengaknya sampai satu minggu kedepan.

Sebenarnya ingin sekali ku bisa posting lagi, BW lagi, diskusi bareng dan bercanda-candaan lagi sama sahabat blogger semua. Aku bakal merindukan saat-saat diskusi kita kemarin. 


Kang Asep dengan bubur ayamnya, kang Zach dengan kelucuannya, mas Rudy Arra dengan kecerdasannya, dan semuanya.
Ocha Rhoshandha sama Nina Riska Amalia juga yang sering ikut berdiskusi ... Mari kita berdiskusi lagi esok-esok hari dengan topik yang berbeda, namun tetap hangat dan menyenangkan.


Pamit dulu yaa teman-teman. Assalammu'alaikum .... ^_^


IMPORTANT NOTE  :  Berhubung mas Rudy Arra sudah mengumumkan ada wadah diskusi dalam postingan sebelum ini, mohon maaf banget kalau aku tidak bisa nimbrung untuk berargumen dulu.
Tetapi, bagi yang ingin ikut berdiskusi dipersilakan untuk bergabung. Maaf sekali kalau dalam diskusinya aku gak nyediain kue kering, bolu potong, es teh manis sama bubur ayam yaa
#loh :D

Senin, 29 Oktober 2012

Inspiraturis … (Part 1) : Kuda Lumping Singoludro

Dear Blogger …



Assalammualaikum … Lagi-lagi si penulis kecil Indrayana menuliskan sebuah artikel kembali untuk sobat blogger. Lewat tiga hari saja rasanya dalam hati … seperti gimana gitu. Hehe … Kali ini aku akan mengulas sedikit cerita pelesiran singkatku mengenai sebuah tempat wisata yang tak kalah dengan yang lainnya. Sarat edukasi, namun penuh akan hal yang menyenangkan. Dimanakah itu? Hehe .. nanti dulu bung/mbak. Juga, pada point utama kali ini aku akan sedikit mengulik sebuah inspirasi yang datang dari grup yang sehari-harinya mencari nafkah demi menghidupi masing-masing dari mereka. Penasaran apa? Yuk kita simak yang berikut ini …

Okei. Langsung pada point intermezzo terlebih dahulu. Ketika sobat blogger lelah dalam beraktivitas dan merencanakan akan pergi ke suatu tempat yang menyenangkan dan menyegarkan pikiran sobat blogger semua, ada banyak tempat referensi yang tersedia untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Situs Museum Purbakala Sangiran yang pernah aku posting beberapa waktu lalu, dan yang kedua … inilah dia. Wisata Kota Tua. Jeng jeng jeennggg… *bunyikeyboard* :D





Bagi yang sudah cukup lama bermukim di DKI Jakarta pasti sudah mengenal lokasi wisata yang satu ini. Yap … tidak lain dan tidak bukan adalah Museum Fatahillah. Eitt … tunggu dulu. Tidak perlu berkecil hati mendengar kata ‘museum’ yang satu ini yaa. Meskipun namanya museum, namun tempat ini sangat menarik untuk dikunjungi. Karena tak hanya berisi tempat bersejarah peninggalan jaman Belanda saja yang ada disini. Bila kita melihat seisi lapangan di sekitar Fatahillah ini, kita akan menemukan banyak jasa penyewaan Sepeda Onthel yang bisa kita sewakan, atraksi unik dari para komunitas atau grup, museum seni rupa, Pelabuhan Sunda Kelapa, hingga jajanan souvenir unik khas Jakarta.

Bicara tentang ongkos marongkos, pergi berwisata ke tempat yang sudah lama diresmikan oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin ini terbilang cukup terjangkau. Untuk berkeliling si sekitar lapangan dan sekadar foto-foto kita bisa dengan bebas melakukannya. Untuk masuk ke Museum Fatahillah kita cukup membayar Rp. 3000 per orang untuk tanda registrasi. Bila kita ingin merasakan uniknya naik sepeda zaman Batavia kita hanya mengambil kocek sekitar Rp. 10.000 per sepeda untuk satu jamnya. Terjangkau, bukan?



Sugeng, ketua Grup Komunitas di sebelah kiri
Kuda Lumping Singoludro dan aktivitasnya

Yup. Setelah berlebar panjang bicara mengenai Kota Tua tadi, kini saatnya mengulik tentang grup yang bisa dibilang sudah lama bermain di tempat wisata ini. Ada yang menarik bila kita mengunjungi kawasan ini setiap hari Jum’at, Sabtu dan Minggu. Siapakah mereka? Mereka adalah sekelompok ‘pengamen’ yang biasa mangkal di hari-hari weekend ini. Hmm … tunggu dulu. Bukan ‘pengamen’ seperti yang ada di sekitaran umum itu yaa.

Melainkan mereka adalah Grup Kuda Lumping Singoludro. Grup yang didirikan sejak tahun 1969 itu banyak menyuguhkan beragam atraksi atau debut yang sering ditampilkan di sini, diantaranya adalah Kuda Lumping dan Makan Beling. Kuda lumping itu sendiri diperankan oleh anak kecil berusia lima tahun, dibungkus pakai kain kaffan dengan panjang sekitar 50 meter dikafer dengan kain putih lagi. Selain itu, atraksi lainnya ada Manusia Makan Api, Manusia Akrobat Topang Harimau, Manusia masuk Tong dengan kuda lumping makan beling. Kurang lebih seperti ini atraksinya …


pembungkusan anak kecil berusia lima tahun dengan kain kaffan  -  Foto Catatan Indrayana

Foto Catatan Indrayana

Foto Catatan Indrayana

saat atraksi  -  Foto Catatan Indrayana


saat bersiap makan api.. Foto Catatan Indrayana

saat penyemburan api ... Hrrr. siapa yang mau coba? Haha ... Foto Catatan Indrayana
NOTE : DON'T TRY that at HOME !!!!

di zoom lebih dekat ... Foto Catatan Indrayana
NOTE : DON'T TRY that at HOME !!!!

Mereka tak hanya beraksi secara umum di hari minggu akhir saja lho sobat blogger, tetapi mereka memprioritaskan target pemenuhan undangan atau perkawinan, peresmian gedung, hajatan, peresmian kantor, dan lain-lain. Selebihnya, mereka berkeliling kampung untuk menunjukkan aksi kebolehan mereka. Jadi, setiap hari mereka tidak pernah diam di rumah saja.

Juga, prioriti utama dari grup yang dipegang oleh pria asal Surabaya, Jawa Timur ini adalah bagaimana mereka menarik mata para pengunjung dan banyaknya saweran yang mereka terima. “Kami murni mencari nafkah dengan cara ini, mas. Sebisa mungkin kami tunjukkan atraksi yang sekiranya bisa menghibur masyarakat,” ujar Sugeng, yang juga dimaksud dalam sapaan majemuk Pria asal Surabaya, Jawa Timur tadi.

Sugeng menambahkan harapan utama dijalankannya kegiatan seperti ini agar budaya Kuda Lumping bisa terus maju, dan ada perhatian dari Pemerintah. “Kita memang kerjanya seperti ini. Menghibur dan menyenangkan orang,” tambah ketua grup Kuda Lumping Singoludro itu.



Bagaimana kawan. Tertarikkah sobat melihat atraksinya?

Jumat, 26 Oktober 2012

Teguran dari Mereka … (Part 2) : Menyikapi Arti Bahasa Tulisan

Dear Blogger …



Assalammualaikum .. Di malam takbiran yang sejuk ini indah terasa bila kita ikut mengumandangkan takbir menyambut Idul Adha yaa. Yap … Gema takbir malam ini tampak ramai mewarnai hiruk suara disekeliling kita. Malam ini, tepat beberapa jam menuju puncak Hari Raya Idul Adha, aku coba untuk memposting tulisan lagi nih. Nah, rencananya aku mau memposting tentang percintaan (hmmph … cinta lagi cinta lagi). Hehehe kali ini dipending dulu. Tapi aku mau berdiskusi mengenai sebuah fenomena di kalangan kita, blogger, yang cukup menjadi dilema ketika masalah ini bertambah besar dan dikhawatirkan menciprati kalangan lain yang sejatinya tak tersentuh oleh gigitan masalah itu. Yap … Bahasa Tulisan.

Tulisan ini merupakan tema sambungan dari posting pertama Teguran dari Mereka ...

Beberapa saat sebelum posting ini ada, aku sempatkan diriku untuk blogwalking dulu. Aku menemukan postingan baru dari Ocha Rhoshandha, Zachronisampurno, dan yang terakhir … Vpie Mahadhifa. Nah… yang terakhir inilah yang membuat kedua bola mataku terbelalak memantengi layar bening laptopku akan isi dari postingnya kali ini. Hmmph … bagi yang sudah melihat apa isi postingnya pasti sudah tahu lah yaa apa akar permasalahannya. Tetapi jika masalah ini sudah terungkit kedua kali, bagaimana? Haruskah kita menunggu masalah itu blowing untuk yang ketiga, keempat, sampai yang kelima kalinya? Tidak kan… ? Oleh karena itu … aku coba untuk berdiskusi mengenai hal ini karena aku nilai ini cukup serius. Dampaknya, bisa jadi kesenjangan pertemanan antar blogger, hingga yang paling parah … Permusuhan!!! Nauzubillahhi min Dzalik …

Yup. Ada diferensi pemaknaan diksi yang menjadi akar masalah disitu. Bagi beberapa orang, hal itu mungkin menjadi penilaian wajar atau bahkan sebuah kebiasaan. Tetapi untuk sebagian orang lagi, hal itu bisa jadi bahkan sangat sensitif. Betul gak sobat blogger?

Gak percaya? Aku coba referensikan pengalaman pribadiku yang kasusnya hampir menyerupai perseturuan antara Vpie Mahadhifa dengan Miz Tia di postingan terkininya yaa. Bukan dalam kehidupan blogger kawan, tetapi dalam status Facebook. Immanuel Laurens Morenzzo, demikianlah nama yang nanti akan aku samarkan menjadi kata ganti orang “dia” nanti.

Ceritanya begini. Ada salah satu status yang dibuat oleh si dia, beberapa waktu lalu. Kira-kira statusnya kayak menggalaui sesuatu gitu. Nah, karena dulu aku juga merasa dekat dengan dia, aku pun coba menimbrungkan diri komentar di status seorang mantan pengajar Taman Ceria Negeriku itu namun dengan maksud bercanda. Dan sobat blogger tahu apa yang terjadi selanjutnya??? Jawaban dari komentar balasan itu justru malah menghina aku dengan perkataan yang tidak sedap!! Kira-kira kurang lebih seperti ini lah :


Hei kau. Gak usah ikut campur urusan saya yaa. Pernah sekolah kan jangan kayak ***** (maaf sensor)


Aku yang melihat balasan komentar itu seketika langsung “JLEBB”. Aduuhhh … nusuknya tepat banget. Sakiiitttt …… padahal maksudku hanya bercanda, yaa semacam kalimat galau lah yaa. Maka seterusnya dari yang dulu kami sempat bersahabat sekarang saling menjauh karena perkataan demi perkataan dia yang aku nilai ‘kurang bersahabat lagi’.

Ada hikmah yang aku petik disini, dari kasusku dulu dengannya dan kasus perseturuan Dhifa dengan seorang blogger itu. Apa itu? Yap. Menyikapi Arti Bahasa Tulisan.

Sebuah tulisan, dalam faktanya hanya dapat diartikan sebagai satu lajur kesepahaman yang general sebenarnya. Kalau menilik pengalamanku yang tadi, aku menilai ada perbedaan tanggapan mengenai makna dari tulisanku itu. Dari hematku aku komentar sebagai tanda bercanda, dalam hematnya dia bisa jadi menganggap itu sebuah ejekan. Naahhh …. Sama kasusnya dengan Mbak Mahadhifa ini. Mungkin menurut ‘orang yang kini sedang berseteru dengannya’ ini, pemanggilan akrab nama tertentu masih dianggap wajar bahkan mungkin kebiasaan. Heitt tapi ingat … ada juga yang beranggapan itu menyinggung lho. Iya kan … ?

Jelas sekali sebenarnya ini ‘murni kesalahpahaman’. Oleh karena itu aku mengajak seluruh sahabat blogger apabila komentar yaa gunakan bahasa yang wajar-wajar sajalah, yang sopan secara umum dan dapat diterima masyarakat beretika. Pasti mengerti lah maksud harfiah yang aku katakan itu. Kalau kedua belah pihak masing-masing dapat menerima bahasa yang enak, yakinlah takkan ada ‘teguran dari mereka’ lagi. Setuju gak semua … ???

www.thecolor.com


Nah untuk sahabat bloggerku yang sangat aku nanti kedatangannya untuk komentar ini, Mbak Mahadhifa … maafkanlah dia. Maafkanlah orang-orang yang mungkin kamu nilai itu sebagai perendahan terhadap dirimu. Kita pun harus mengerti, mungkin itu sebuah kebiasaan dari mereka untuk menyambut teman barunya. Hmm … Bukan berarti aku membela dia juga lho. Tidak ada yang aku bela, karena aku yakin antara kamu dan dia sebenarnya tidak salah. Ini murni kesalahpahaman saja.

Dan untuk Miz Tia, mungkin coba untuk lebih bijaksana lagi menanggapi keadaan. Karena blogger itu sangat heterogan mbak. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus memahami perbedaan diantara kita dan jangan sampai perselisihan menjadi nuansa tidak sedap bagi blogger yang lain. Takutnya ada yang kecipratan pemahaman, akhirnya jadilah hal yang tidak diinginkan. Mungkin begitu saja diskusi hari ini. Semoga tali silaturahmi blogger bisa tetap baik dan jangan ada lagi perselisihan apapun alasannya.



Ohya, aku secara pribadi juga ingin mengucapkan :

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1433 HIJRIYAH sahabat blogger semua …