(Catatan Indrayana)
Holla Felaas… back to Catatan Indrayana. Di tengah malam
yang sejuk ini aku mau kembali intens buat menulis kembali. Dan sebagai
permulaan, aku mau menulis yang ringan-ringan dulu saja yaah. Hehehe… Ohya
teman-teman bagaimana kabarnya? Pasti baik saja dan selalu sehat. Begitupun aku
yang juga selalu sehat kapanpun dan dimanapun. Hehehehe….
Sekarang ini aku mau coba posting mengenai BUBUR nih
teman-teman. Loh kenapa bubur??? Hehehe.. sebagai anggota KPK yang paling loyal
sesekali aku ingin membahas mengenai ‘something about’ bubur dibanding jenis
makanan sarapan yang lainnya. Dan tema yang diusung kali ini adalah bubur ayam,
dimana jenis makanan ini kerap kali menjadi favorit warga bawah-menengah keatas
dalam setiap waktu sarapan pagi sebelum mereka memulai aktivitasnya.
Untuk aku sendiri, aku cukup memiliki keistimewaan yang
rewel kalau berurusan dengan makanan berkuah seperti bubur ayam ini.
Pertama-tama, aku harus memesan keapda abangnya terlebih dahulu untuk tidak
menaburkan bawang goreng dan daun seledri ke dalam bubur yang akan aku makan. “Bang,
jangan pakai bawang dan seledri yaa.” , kalimat yang tidak bisa aku lepas ketika
aku hendak memesan makanan berkuah, termasuk bubur.
Yang kedua, harus pedas. Tidak hanya bakso, bubur ayam pun
jika tak pedas maka aku bisa jadi segan untuk menyantapnya. Karena dari akunya
yang suka pedas, aku kadang suka bilang ke abangnya agar dipedasin saja.
Hehehehe….
Okeeii. Talking about
Bubur now…
Bubur ayam adalah jenis makanan yang cukup digemari untuk
dijadikan sarapan pagi bagi hampir semua orang. Benar saja, makanan yang berisi
nasi lumer yang putih ini semakin terasa nikmat jika ditambah dengan taburan
ayam layaknya mie ayam, disiram dengan minyak bumbu lalu dilumuri dengan
sayuran dan kecap manis. Jangan lupa dengan kerupuknya. Pasti rasanyaaaa…..
Mmmmmm………… mantaappssss :D
![]() |
sambil makan, sambil minta difoto. hahahaha :D |
Menurut sumber Wikipedia, nama bubur itu sendiri sebenarnya
terbuat dari istilah kimia. Yang artinya beberapa elemen padat dan cair yang
bercampur namun lebih didominasi pada komposisi cairan daripada padatnya itu
sendiri. Dalam hal ini, bubur jika diaduk dan dimakan oleh kita, pertama-tama
saat mengunyah pasti ada rasa halus-halus gituu. Naah rasa halus itu adalah
berbentuk cair-cair padat yang serasa seperti nasi meleleh. Nah itulah mengapa
ada istilah bubur dalam kancah makanan lezat di dunia.
Aku menyempatkan diri untuk sarapan bubur ini sebenarnya
pada hari senin lalu. Bersama rekan aku, aku makan bubur yang terletak di
bilangan Green Garden, Jakarta Barat, dan itu rasanya enak sekali. Hehehe…
Okelah, sampai disini dulu yah ulasan singkatnya. Semoga
dengan adanya posting ini teman-teman jadi termotivasi untuk sarapan bubur hari
ini.
Sudahkah Anda makan Bubur pagi ini?????
Hehehehe :D