Selasa, 08 Januari 2013

Inspiraturis … (Part 2) : (Lanjutan) Journey to the Bromo Mountain …






<<< Previous Episode on Inspiraturis ... (Part 2) : Journey to the Bromo Mountain   <<<<

Aku dan tim berangkat dari Stasiun Jakarta Kota pada pukul 17.45 dan tiba di Stasiun Surabaya Turi pada pukul 06.00 lebih waktu setempat. Dalam perjalanan kami, aku turut pula mencicipi makanan khas yang ada di pedaerahan Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, yakni Nasi Punel Bangil. Setelah sarapan pagi itu langsunglah kami jalan menuju ke atas Gunung Tengger dan kami tiba pada pukul 12.00 WIB.

Pada hari kedua aku dan tim mengagendakan untuk naik ke penanjakan Gunung Bromo pada pukul 03.00 pagi. Udara yang sangat dingin begitu menusuk kulit kami. Kabut tebal seakan mengurangi optimisme kami mengambil gambar sinar matahari dengan jelas. Diperparah lagi pengunjung Penanjakan Gn. Bromo yang teramat buanyaakkk makin menghalangi aku merekam aktivitas terbit matahari dengan jelas. Akankah aku berhasil memperoleh rekaman terbit sinar matahari dengan kedua kondisi seperti itu?????


Salam Blogger …


Sebelum naik ke wilayah penanjakan yang sesungguhnya, pada tangga-tangga kecil sebelum puncak banyak sekali jajaan makanan dan souvenir yang ada di sekitar kiri dan kanan sisiku. Ada yang menjajakan jagung bakar, indomie, kopi panas, souvenir khas Bromo, dan lain-lain…

Foto : Catatan Indrayana

Foto : Catatan Indrayana

Foto : Catatan Indrayana

Foto : Catatan Indrayana


SAAT DI PENANJAKAN …

Aku mendadak pesimis ketika ada kondisi yang tidak bisa terduga olehku sebelumnya. Oleh karena liburan tahun baru padat pengunjung yang berbondong-bondong ingin melihat terbit matahari begitu menyesakkan aku. Jangankan untuk maju kedepan, mau geseran ke kiri dan ke kanan aja sulit. Benar-benar ramai. Ditambah kondisi kabut yang begitu luas dan tebal menutup muka langit menakutkanku akan pesimisme  ‘tidak kebagian’ matahari terbit pada hari itu. Sebab musababnya, pernah ada hari dimana karena kabut yang sangat tebal, matahari terbit jadi tidak terlihat sama sekali dan walaaaa…. Perjalanan anda menjadi sia-sia.


Dapatkah aku mengabadikan momen matahari terbit tepat di hari ini????

Masih ada secercah harapan untukku mengambil rekaman sinar matahari terbit di puncak ini. Dengan tekad dan niat yang kuat aku teguhkan diriku untuk nekat maju hingga ke depan barisan. Penuh susuk dan kaimat “Pak… Mbak… Misiiii” yang sering terucap di mulutku untuk meminta pengunjung di depanku untuk meminggir dan memberikan aku jalan. Alhamdulillah, sampai juga di barisan depan. Eitt .. tapi belum naik ke atas pembatas jalan. Tanpa pikir panjang aku langsung mencari hingga ke sisi kiri tempat untuk mencari yang kosong dan bisa dinaiki olehku.

Waktu semakin maju, matahari semakin naik, dan aku langsung buru-buru mencari pagar pembatas yang kosong dan bisa dinaiki. Tepat pada jam 05.30 WIB waktu setempat aku menemukan ada ruang untuk satu orang saja dan aku langsung menaiki pagar pembatas itu. Dan tepat di jam itu pula, sinar matahari sudah mulai bersinar. Inilah dia gambar-gambarnya …



Foto : Catatan Indrayana

Foto : Catatan Indrayana

Foto : Catatan Indrayana

Foto : Catatan Indrayana



MENAKJUBKAN …

Akhirnya aku berhasil memperoleh rekaman sinar matahari yang kuabadikan di blogger lewat foto. Hufff ….. kiranya terbayar sudah aku capek-capek naik ke Penanjakan, untuk dapet hasil yang “Wah” seperti ini. Thank’s God for everything :)


Belum selesai sampai disini, aku dan tim juga menyambangi daerah Gurun Pasir Berbisik dan Kawah Gunung Bromo. Begitu luaaasssss banget sampai-sampai aku terpesona melihatnya #halah.. haha. Ya ... turunan jalan yang tajam dan kontur pasir yang naik-turun membawa atmosfir aku dan tim seperti benar-benar serasa adventuring atau backpacking. Wuhuuuu ......


gunung nya kayak pudding yaa .. haha :D
Foto : Catatan Indrayana

Foto : Catatan Indrayana

Foto : Catatan Indrayana

Foto : Catatan Indrayana

Foto : Catatan Indrayana

tersesat di gurun .. :p
Foto : Catatan Indrayana


TANJAKAN CINTA

Ini adalah tanjakan cinta. Berlokasi di wilayah Ranukumbolo, Lumajang, Jawa Timur. Konon demi konon, mitos demi mitos, katanya barangsiapa yang mendaki sampai ke puncak tanjakan ini tanpa menoleh kebelakang dan kamu lagi jatuh cinta dengan seorang pacar, maka kamu akan menikah dengannya. Hehehe ... Aku ingin banget sampai ke puncak itu, tapi capek. Walhasil, foto-foto aja deh. Toh, jodoh Allah yang ngatur :p

Tanjakan cinta ..
Foto : Catatan Indrayana

Tanjakan Cinta ...
Foto : Catatan Indrayana


Aku di tanjakan cinta .. sambil memikirkan pacarku yang ada di Jakarta :D
Foto : Catatan Indrayana


KAWAH GUNUNG BROMO

Setelah ngalor ngidul di sekitar Gurun Savana dan sekitarnya saatnya aku dan tim menyambangi Kawah Gunung Bromo. Untuk naik hingga ke puncaknya kawah ini kita harus berjalan kaki sejauh 2 km terlebih dulu lhoo… Itu pun belum termasuk naik tangga yang katanya memiliki 250 anak tangga lhoo. Huff .. huff … hufff ….
*note  :  Buat sahabat blogger yang ingin cepat sampai ke penaikan tangga, bisa dengan naik kuda. Harganya Rp. 60.000*

Foto : Catatan Indrayana

Foto : Catatan Indrayana

dari tampak atas ..
Foto : Catatan Indrayana
tampak puncak paling atas
Foto : Catatan Indrayana
anak tangga yang sangat buanyakkk...
Foto : Catatan Indrayana

kawah ..
Foto : Catatan Indrayana

kawah..
Foto : Catatan Indrayana


Foto : Catatan Indrayana



Yapp. Selesai sudah petualangan sederhanaku di sekitar Gunung Tengger ini.

Next time akan ada part ke-3 dari posting Inspiraturis dengan cerita petualangan yang Insya Allah seru untuk disimak.
Okheeiii .... :D

Kamis, 03 Januari 2013

Inspiraturis … (Part 2) : Journey to the Bromo Mountain

Sebelum aku memulai posting di awal tahun 2013 ini, aku selaku komandan tertinggi blog Catatan Indrayana mengucapkan,

“SELAMAT TAHUN BARU 2013”

Semoga resolusi dan harapan yang kita inginkan bias tercapai di tahun ini.
Amiinnn ….


Salam Blogger …



Assalammu’alaikum .. 2013 year has comin. Yeeaahhh. Tahun baru, semangat baru, resolusi baru, dan cinta baru #eh.. maksudnya harapan baru. Hehehe … pada kesempatan kali ini aku ingin berbagi keceriaan sekaligus ke-dugdugan hati selama 4 hari aku meninggalkan kota Jakarta. Weh, kemanakah aku selama itu? Yap. BENAR SEKALI. Aku dan teman-teman Komunitas Taman Ceria Negeriku ber-backpacking ria ke Gunung Bromo dan jalan-jalan ke kota Batu Malang, Jawa Timur!!! Wehehehe …. Aku ingin berbagi pengalaman selama aku disana dan bagaimana aku bisa kembali lagi ke sini untuk memposting blog sebagai kegiatan rutinku.

Kenapa men-dagdigdug?? Mungkin cerita ku kali ini tidaklah seseram posting Kang Zachronisampurno dengan 13setengah centimeternya, tetapi ada satu hingga beberapa hal yang harus kulakukan karena keadaan darurat dan sangat tidak direkomendasikan bagi sahabat blogger yang ingin terjun untuk backpacking ke suatu gunung dengan persiapan yang super minim. Tetapi aku upayakan untuk bertahan dan akhirnya aku sampai kembali ke Jakarta.


Foke. Cerita bermula dari awal naik di Stasiun Jakarta Kota.

Sekitar sebulan yang lalu, aku membeli tiket untuk perjalanan kereta pada tanggal 28 Desember 2012 dan perjalanan baliknya pada tanggal 1 Januari 2013. Yap benar sekali. Aku dan kawan-kawan bersama-sama memeriahkan tahun baru di kota Malang, Jawa Timur, setelah dua hari ber-backpacking ria di Gunung Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu-Minggu lalu. Oleh sebab itu aku agak sulit untuk BW ke blog teman-teman semua dikarenakan sinyal yang ngos-ngosan. Hehe .. Maaf yaa…



Foto : Catatan Indrayana


Perjalanan dimulai pada jam 17.45 WIB. Dengan menggunakan Kereta Api Gumarang jurusan Jakarta – Surabaya Turi aku duduk manis di kursi bernomor 7C yang terletak di gerbong Bisnis 2. Harga tiketnya lumanyan. Sekitar Rp. 250.000 saja, lalu dikalikan dua karena aku membeli tiketnya juga pas saat perjalanan pulang. Dan … Toplah. Selama perjalanan aku hanya melihat sisi lintas kota yang gelap gulita dengan hanya pancaran lampu yang kecil-kecil menandakan rumah warga sekitar dan penerangan jalan di jalur Pantai Utara atau yang biasa kita sebut Pantura.

Selama 725 Kilometer perjalanan dimampukan PT. Kereta Api untuk tiba di stasiun Turi pada pukul 06.00 WIB. Selama perjalanan itu pula, tidak ada yang bisa kulakukan selain makan cemilan bawaan dari rumah pada malam harinya. Tidur pun seakan pencilakan, karena orang disamping aku saat itu berbadan cukup besar sehingga menyempitkan ruang gerak tidurku selama perjalanan. Huuf… dalam hatiku hanya bisa berkata, “Ya Allah … Berikanlah aku kenyamanan dalam duduk dan tidur di keberangkatan kereta ini”, sangking aku tidak nyamannya.

Dan sepertinya Tuhan mengabulkan do’aku. Aku lupa telah menyimpan headset dan handphone full-charge di saku tasku. Seketika kuambil saja kedua alat penting itu untuk menemani perjalananku dengan mendengarkan music. And then, ketenangan kedua datang lagi karena pacarku tercinta, menelepon aku dkira-kira sebelum jam 12 malam, saat kereta ku berhanti di Stasiun Brebes, Jawa Tengah. Pokoknya Ok-lah … buat nenangin perjalanan aku selama ada orang laki gede banget duduk disamping aku. Haha.


Beruntung pada pukul 02.00 dininhari orang berbadan gede disamping aku itu turun di Stasiun Semarang Kota. ALHAMDULILLAH … akhirnya aku bisa selonjoran jugaaaa… :D


Foto : Catatan Indrayana
Tepat dugaanku. Kereta berhenti pada pukul 06.30 WIB di Stasiun Turi Surabaya. Tidak seperti biasanya ketika aku menunggu kereta berhenti pada pukul 05.00 pagi langit sudah bersinar terang. Di Jakarta? Masih sepet yaa??? Mungkin ini dikarenakan zona geografis Surabaya yang mendekati wilayah Bali yakni Waktu Indonesia Tengah. Jadi, matahari terbit lebih cepat 30 menit dari Jakarta.




Foto : Catatan Indrayana
12 jam perjalanan, aku dan tim beristirahat sebentar di pelataran stop Stasiun Turi selama beberapa menit. Namun ketenangan waktu istirahat kami itu tidak berlangsung lama. Seketika saat diskusi mengenai mobil apa lagi yang akan kami naiki, terjadilah debat yang cukup alot. Pasalnya untuk menuju ke Gunung Bromo hanya bisa dilakukan dengan mobil carteran. Walhasil bergeraklah kami untuk menanyakan beberapa dari sopir mobil travel, dan akhirnya disepakati untuk mencapai ke Homestay Gunung Bromo kami membayar ongkos carter sekitar Rp. 325.500,-

Melewati Jalan Tol Surabaya – Gempol, melintasi sepanjang jalan pinggir kali Porong, Sidoarjo yang sempat heboh berita Aburizal Bakrie oleh karena lumpur lapindonya itu, aku dan tim se-mobil berjalan terus menuju daerah Pasuruan, Jawa Timur. Tetapi karena semua dari kami belum sarapan pagi, maka sesampainya kami di Kabupaten Pasuruan, Jatim diputuskanlah kami berhenti di salah satu rumah makan kecil yang terletak di wilayah Bangil. Wilayah yang kecil, namun memiliki salah satu makanan khas yang belum pernah aku coba sebelumnya, yakni Nasi Punel Bangil.


Foto : Catatan Indrayana


Nasinya terlihat biasa, tetapi rasanya yang tidak biasa. Sangat pulen dan berasa seperti ketan, dilumuri dengan kuah kikil santan dengan lauk dendeng sapi, empal daging, sedikit taburan serundeng dan tumis kacang panjang menambah nikmat rasa Nasil Punel khas Bangil, Jawa Timur ini karena rasa nasinya yang manis dan benar-benar sangat ketan. Hmm .. Nikmat banget!!!! Bagi sahabat blogger yang ingin atau sedang melintasi wilayah Pasuruan, aku rekomendasikan sahabat blogger semua untuk mencoba Nasi Punel Bangil, yang hanya terletak di sini, di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Ya.. Hanya ada di sini.

Foto : Catatan Indrayana


Foto : Catatan Indrayana

Setelah sarapan pagi di Warung Nasil Punel Bu Hj. Lin kami berangkat kembali ke homestay Gunung Bromo. Dan, sampailah kita di homestay yang terletak di Desa Wonokitri, Tosari, Pasuruan, Jawa Timur. Untuk biaya di homestay ini, per harinya cukup membayar Rp. 385.000 saja. Sudah termasuk air panas dan dua kamar tidur. Recommended banget lah buat sahabat blogger yang ingin mencari homestay di Gunung Bromo karena lokasinya yang cukup dekat menuju Penanjakan Gunung Bromo.

Foto : Catatan Indrayana


Di samping kanan dan kiri terlihat Pura yang besar-besar. Ternyata telusur demi telusur, di wilayah Tengger ini banyak penghuni yang mendominasi keramaian warga yakni Bergama Hindu. Bahkan dalam penemuanku, hanya satu orang yang tinggal di Desa Wonokitri yang beragama Kristen. Islam??? Hmm … mungkin ada tetapi sepanjang kemarin aku belum melihat saja. Tetapi yang perlu dicatat disini adalah 99 persen warga disana mayoritas beragama Hindu.

Foto : Catatan Indrayana

Foto : Catatan Indrayana

Foto : Catatan Indrayana

Jadi Hindu sehari.. hahaha
Foto : Catatan Indrayana


Pada Keesokan Harinya …

Aku terbangun sendiri pada pukul 02.00 dinihari di homestay karena memang kedua mataku yang ingin melek pada jam itu. Dingin banget udaranya, perlu jaket tebal dan baju berlapis kalau kita masih ingin merasakan panas di daerah itu.

Aku melihat keluar rumah, disana terlihat ramai sekali pengunjung yang ingin naik ke Penanjakan Gunung Bromo. Ramai sekali. Ya.. di Jam dua dinihari ini suasana sudah sangat ramai sekali. Termasuk aku dan tim, kami berniat untuk naik ke Penanjakan Gunung Bromo yang kami rencanakan berangkat pada pukul 03.00 dinihari.

Foto : Catatan Indrayana

Foto : Catatan Indrayana

Aku dan tim di dalam Jeep
Foto : Catatan Indrayana


Di Penanjakan Gunung Bromo, banyak orang yang ingin melihat dan mengabadikan momen terpenting sepanjang sejarah pengunjung di sana, yakni menyaksikan terbitnya Matahari pada pukul 05.30 WIB. Dan, untuk menuju kesana kita harus menggunakan Jeep yang dikemudikan oleh warga sana. Uang Rp. 600.000 kami gelontorkan untuk berkeliling ke wilayah Bromo dan sekitarnya, termasuk ke Penanjakan itu.


Namun hal yang dipraduga oleh kami semua ternyata terjadi. Kabut tebal menyelimuti langit, dan udara yang sangat dingin kian menusuk kulit. Sempat terjadi ketersendatan dalam perjalanan berjalan kaki antara aku, tim, dan pengunjung sekitar karena yang berkunjung kesana sangat ramai sekali. Ditambah, sesampainya di Penanjakan Puncak, buanyaakkk orang yang memenuhi sekitar pagar pembatas untuk mendapatkan terbit matahari secara jelas. Halangan-halangan itu membuatku sedikit resah, apakah perjalananku kesini menjadi sia-sia karena kabut tebal yang menghalangi langit sempat membuat kecewa pengunjung yang datang kesana. Dan, berjibun orang didepanku yang ingin menduduki posisi depan menyulitkanku untuk menyaksikan matahari terbit secara jelas???? Dalam pikirku, aku harus melakukan sesuatu agar aku bisa merekam matahari terbit itu dengan jelas pukul setengah 6 nanti. Itupun, kalau kabutnya gak tebal-tebal amat.


Buanyak orang menghalangiku mengambil gambar matahari terbit
Foto : Catatan Indrayana
Kabut tebal ketika ku foto dengan kamera poketku dengan bantuan flashlight
Foto : Catatan Indrayana





Pertanyaannya adalah,
Bisakah aku dengan kamera poket kecilku ini mengabadikan matahari terbit dengan kedua halangan itu???
Tingkat optimisme : 24% (Dua puluh empat persen)



#Bersambung …
Tunggu kelanjutan ceritaku di Inspiraturis … (Part 2) : Journey to the Bromo Mountain 2

Jumat, 28 Desember 2012

Liebster Award … (Part 4) : Kaleidoskop Inspirator Catatan Indrayana 2012

Salam Blogger



Terimakasih kepada seluruh elemen blogger yang telah menjadi bagian kecil dalam hidup aku sepanjang tahun ini ya, untuk semuanya. Beneran. Kalian adalah sebagian kecil dari bagian hidupku setelah orang-orang terdekat aku yang kian mengisi kekosongan hidupku. Yap. Kalian semua benar-benar tidak lagi kuanggap sebagai sekedar teman blogger saja tetapi masuk menjadi sahabat dekat yang sangat dekat dalam hubungan pertemanan layaknya teman sekelas dalam satu sekolah/kuliah/kantor.

Kenapa? Hahaha. Jika ada spekulasi yang berkata aku sedikit melebay silakan saja. Tetapi sungguh dan beneran … kalian adalah sahabat-sahabat dekatku. Betapa tidak … Setiap aku lagi tidak berkegiatan dan tidak tahu harus melakukan apa kalian datang menemani aku, walaupun cuma di dunia maya. Setiap komentar yang masuk dan followers yang menaik jadi semangatku banget dalam urusan blogging-memblogging. Disaat aku sedang senang, kalian turut senang. Dan disaat aku sedih, kalianpun ikut menenangkan. Disaat ku ingin diskusi satu hal… kalian selalu ada untuk berpartisipasi. Intinya, kalian selalu ada disaat aku sendirian.

Nah, berhubung ini di pangkalan tahun aku ingin mengeshare sedikit nih siapa-siapa saja blogger yang kerap menginspirasi aku hingga betah di dunia blogging ini kurang lebih selama 11 bulan. Wow .. Hampir satu tahun yaa…


Beberapa tokoh blogger yang kerap menghiasi layar biru blog ku ini .. (dari rentang bulan Februari – Juli)

                Bertempat tinggal di daerah Lumajang, Jawa Timur, gadis yang akan meninggalkan sekolah SMA 2 Lumajang, Jatim ini pertama kali komentar di blog biruku ini pada akhir Mei 2012. Berlanjut hingga aku menulis posting ini, si manis yang akrab dipanggil Ocha ini kerap datang komentar hampir di setiap posting blog aku sampai pada akhir Agustus ia tercatat masuk dalam deretan pertama komentator blog Catatan Indrayana menyusul Aninda Naima. Hehe .. Ia juga lah yang secara tidak langsung memberi semangatku dalam blogging hingga sekarang ini.



                Juga menyusul blogger kita yang satu ini. Gadis lucu nan imut asal sebuah desa di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur ini pertama kali komentar di blog aku pada pertengahan bulan Juni 2012. Dan pula, blogger yang mendedikasikan dirinya sebagai seorang “Respector Sejati” itu semakin lama menjadi semakin dekat dengan aku, karena hampir di setiap posting ia selalu merelakan kedatangannya untuk komentar. Enn… Walaaaa. Ia masuk ke dalam “Top Komentator” peringkat Kedua setelah pada pertama diduduki oleh mbak Ocha Rhoshandha. Wehehe … Keep spirit blogging yaa :D

                Capcuss. Kita beralih ke yang satu ini. Blogger bernama lengkap Devania Annesya ini cukup sering menghiasi kolom komentar di blog ini. Yap. Penulis buku “Ubur-Ubur Kabur” ini pertama kali komentar pada akhir bulan Juni, tepatnya pada tanggal 22 Juni 2012. Terus intens saling BW, ia pun mem-BW balik. Tetapi agak sulit saat itu karena ia yang jarang blogging. Kendati daripada itu ia pernah menduduki peringkat tiga setelah Aninda Naima dalam “Top Komentator” akhir Agustus ini.



                Fokelaah. Kita terbang ke Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara yaa (weiss … banyak duit yaak gue. Hahaha :D). Kenapa kita terbang kesana? Yap. Disana ada kawan blogger kita yang bernama Mas Chumhienk. Dulu, di awal-awal blog ini dibuat, mas Chumhienk sempat menjadi inspirator utama dalam kegiatan bloggingku. Pokoknya, kalau dia gak mem-posting, aku pun kayak ikutan malas memposting. Beneran. Karena ia yang sering datang untuk komentar, semakin menambah semangatku untuk terus memposting, posting, dan posting lagi. Namun sayangnya ia tengah mengerjakan KKN nya sehingga tak terlihat lagi BW nya di dunia blogging.

                Terakhir … inilah diaaa. Nufa. Wanita yang akrab disapa NF ini juga menjadi inspirator utama dalam aktivitas bloggingku. Hampir setiap posting aku selalu menunggu kedatangannya untuk BW dan komentar di sini. Hehehe .. Beneran. Pertama kali ia komentar yakni pada tanggal 12 Juni 2012, dan berlanjut hingga sekarang. Aku lupa apakah ia masuk kembali ke deretan 10 “Top Komentator” pada akhir Agustus tetapi ia sempat menjajaki 6-10 besar dalam deretan pengkomen terajin sepanjang Mei – Juli lho. Hehe .. Tetep semangat yaa Mbak Nufa :)


Ok. 5 Top Blogger paling menginspirasi aku bertahan di dunia blog ini sudah kucantumkan. Tetapi sayangnya eksistensi mereka disini tak berlangsung lama. Ada yang sekarang sudah hiatus total, yang sibuk, yang apalah itu.. pokoknya sudah gak seintensif dulu lagi deh pokoknya. Pada akhir Agustus semangat bloggingku sempat menurun karena kelima kandidat inspirator itu sama-sama saling jarang kasih komentar lagi. Huff …

Hingga pada separasi kedua, datanglah mereka yang kembali menyalakan api semangatku dalam aktivitas blogging ini. Awalnya belum mengenal banget, sekarang sudah jadi kakak seperguruanku semua. Haha … Kakak Seperguruan???? Yap Benar sekali. Mereka adalah, anggota KPK alias “Komisi Penghancur Komen”. Hehehehe …. :D . Tapi sebelum kita beranjak kesana, kita simak dulu separasi kedua yang berikut ini yaa ..


Beberapa tokoh blogger yang kerap menghiasi layar biru blog ku ini .. (dari rentang bulan Agustus – Desember)

                Huahahaha. Kalau kita ingat blogger kita yang satu ini bawaan aku sukanya ketawa terus. Soalnya timbrungan komentarnya yang kerap kali meremukkan kolom komenku ini bisa dipastikan 90% lucu-lucu. Yap. Aku dan beliau sekarang sudah bener-bener sangat sangat sangat dekat. Padahal dulunya, beliau Cuma sesekali datang komentar, terus ya sudah. Seperti BW blogger kebanyakan saja. Tetapi siapa sangka ayah dari dua orang bocah mungil Arien dan Agree ini memiliki satu visi dan misi yang sama denganku dan anggota KPK yang lainnya. Dan kalian tahu itu apa????? Yapp. Menghancurkan Kotak Komentar. Hehehehe :D . Pertama kali, pria yang berkeluarga di Cilebut, Bogor ini menjajaki komentar pertamanya pada tanggal 3 Agustus 2012.

                Kang Asep. Begitulah namanya. Nama yang selalu lekat dan tak pernah lekang di hati kita semua. Ya. Kang Asep Haryono. Pria yang berkeluarga di wilayah Duta Bandara di Pontianak, Kalimantan Barat itu sangat berperan andil dalam hidupnya KPK ini, karena ciri khasnya yang tetep melekat di hati kita semua, yakni apa??? BUBUR. Hehehe …. Pertama kali ia komentar disini, yaitu tepat pada saat hari ulang tahunku. Hehe .. Sekarang, sang pencetus komunitas KPK ini masih dengan lucunya menghancurkan kolom komen siapapun yang menjadi anggotanya, termasuk Sayah. Huhuuu … tapi menyenangkan lho :D

                Awalnya aku belum mengenal dia. Tetapi setelah komentar super panjangnya di posting Teguran dari Mereka … (Part 2)  :Memaknai Arti Bahasa Tulisan, aku merasa seperti ada kedekatan emosi yang tajam antara aku, dia, Kang Asep, dan Kang Zachflazz. Dan terus terang saja, ide gila menghancurkan kotak komen dan mulai berdirinya KPK ini adalah pada saat awal posting tadi ada lho. Dan secara otomatis, KPK pun lahir pada sekitaran Akhir Oktober (kalau gak salah) dan sudah dua bulan usia KPK saat ini. Hehehe … Kembali ke Mas Rudy Arra, pemilik sekaligus penguasa kegelapan ini mulai akrab denganku setelah posting tadi muncul. Seketika, langsung menjadi teman dekat :)

                Cak Budy. Demikianlah panggilannya. Bapak yang menyematkan aku sebagai orang yang berpemanggilan “Indra- Senpai” itu pertama kali komentar di posting “Sensitivalitas”, yang sekarang komennya sudah tembus capai angka Dua Ratus Empat Puluh Satu!!! Woow… Komen terbuanyaakkkk sepanjang sejarah. Hahaha … Juga, seketika aku akrab dengannya setelah posting itu dipublish. Makasih yaa Cak…  ^ ^

             
Blogger Panci. Hahaha … demikian plesetan yang dicetuskan oleh dirinya sendiri sehingga nama KPK bisa melejut tajam hingga 130 persen. Hahaha *lebbeh* :D . Ia juga sering datang untuk meramaikan kolom komentar lho sobat. Dan, jangan heran jika KPK terus membahas Panci dalam setiap OOT-nya karena sudah ciri khas banget jika KPK selalu disandingkan dengan Bubur, dan Panci. Hahahaha .. *ketawa sendiri kan aku* :P




*sementara yang lainnya ..
8.            Popi, dan Covalimawati
9.            Seluruh blogger yang pernah aktif BW dan di -BW,
10.            dan Top Ten Komentator bisa dilihat di sidebar kiri yaa … :)



Bagi saya, kalian adalah permata terindah dalam dunia maya. Kalau aku boleh meminjam kalimatnya mbak Syahdini, “You Are All the Mood Booster”. Memang betul sekali. Setiap aku sendiri dan mood-ku sedang turun kalianlah yang paling bisa menaikkannya. Aku tidak akan pernah melupakan kalian semua. Sekali lagi, tetaplah semangat blogging dan jadilah inspirator bagi kita semua.


Untuk nama-nama diatas aku gak bisa buatkan piala atau bingkisan atau pula suvenir. Aku yakin, cukup menyamtumkan nama-nama kalian diatas sudah lebih dari cukup kan? Hehehe. Tidak ada persembahan khusus yang aku berikan, selain daripada ucap syukur atas apa yang kita lakukan selama ini. Terima kasih banyak buat kalian semua …



Ohya, ketinggalan.
Aku ambil yaa award Liebster mas Reo Adam. Makasih banget.. Dan makasih banget karena kali ini aku gak dikasih PR buat ngambilnya. Hahaha … *damai* :D
Semoga tetep jadi sahabat dekat yaa, Mas Reo Adam. Ammiiinnnn …..




IMPORTANT NOTICE  :

Mungkin pada saat teman-teman blogger melihat "Important Notice" ini, aku sudah berada di luar kota. Yap.  Aku akan menghabiskan waktu tahun baru bersama teman-teman Taman Ceria Negeriku di Timur Jawa (a.k.a Gunung Bromo, Malang, dll).
Mohon maaf jika waktu BW jadi sedikit lebih berkurang yaa ...
Oleh karena itu aku selaku pemegang kekuasaan blog Catatan Indrayana mengucapkan .. SELAMAT TAHUN BARU 2013,


Sukses terus untuk Sahabat Blogger semua ..
Sampai bertemu pada awal Januari 2013 ..................... Hidup KPK!!! Hidup Bubur ... Hidup Panci .... Hidup Najwa #eh :D